Jumat, 1 Mei 2026

KECELAKAAN DI BATAM

Truk Tanah Terguling di Baloi Batam Hari Ini, Warga: Sudah Sering Diingatkan Jangan Ngebut

Aktivitas truk tanah kembali menuai keluhan warga setelah satu unit truk bermuatan tanah terguling di Jalan Taman Baloi Kota, Batam hari ini, Selasa

Tayang:
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Dewi Haryati
Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah
KELUHAN WARGA - Warga keluhkan truk pengangkut tanah yang sering ngebut dan ugal-ugalan di Jalan Batam, saat ditemui usai truk terguling di Taman Baloi, Selasa (20/1/2026) 

Ringkasan Berita:
  • Truk tanah terguling di Jalan Taman Baloi Kota, Lubuk Baja, Batam, Selasa (20/1) melumpuhkan arus lalu lintas Sekupang-Nagoya
  • Truk bernomor polisi BP 8893 DU terguling melintang di jalan dengan muatan tanah tumpah, sehingga evakuasi berjalan lama dan harus menggunakan alat berat
  • Warga sekitar mengaku kecelakaan serupa kerap terjadi dan menilai ulah sopir truk proyek yang ngebut serta ugal-ugalan menjadi penyebab utama keresahan
  • Meski keluhan sering disampaikan, belum ada respons serius

 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Aktivitas truk proyek kembali menuai keluhan warga, setelah satu unit truk bermuatan tanah terguling di Jalan Taman Baloi Kota, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam hari ini, Selasa (20/1/2026). 

Insiden itu terjadi di lajur dua arah Nagoya dan melumpuhkan arus lalu lintas kendaraan.

Truk bernomor polisi BP 8893 DU terguling melintang di badan jalan. 

Tanah dari bak truk tumpah dan menutup sebagian besar ruas jalan, membuat kendaraan dari arah Sekupang tak bisa melintas.

Evakuasi berjalan cukup lama. Selain posisi truk yang menutup jalan, muatan tanah masih berada di dalam bak, sehingga petugas harus menggunakan alat berat untuk membersihkannya terlebih dahulu.

Warga sekitar mengaku kecelakaan ini bukan kali pertama terjadi. 

Jon, warga Perumahan Permata Baloi, menyebut aktivitas truk proyek di kawasan tersebut kerap memicu keresahan.

Menurutnya, warga tidak menolak kegiatan pembangunan yang berjalan. 

Namun, perilaku sebagian sopir truk dinilai membahayakan pengguna jalan.

"Kami sudah sering bilang ke pihak mereka yang membuat kegiatan ini. Kami warga oke saja, cuma kami minta jangan ngebut sama ugal-ugalan. Kalau makan debu, kami masih maklumi, kegiatan ekonomi biar berjalan, untuk perkembangan Batam," ujar Jon saat ditemui di lokasi.

Ia menilai truk bermuatan berat seperti Fuso sulit terguling jika dikemudikan secara normal. 

Karena itu, warga menduga dalam kecelakaan di Batam ini kendaraan dipacu dengan kecepatan tinggi, bak kendaraan yang sedang balapan.

Jon mengungkapkan, keluhan sudah beberapa kali disampaikan, baik kepada pihak proyek reklamasi di kawasan Bukit Permata. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut.

"Sudah sering kami sampaikan, tapi tidak ada respons. Pernah juga ada kejadian pemotor tertabrak sampai patah tangan baru kemarin," ujarnya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved