Kamis, 23 April 2026

KECELAKAAN DI BATAM

Keluhan Tak Digubris, Warga Baloi Batam Murka Usai Truk Tanah Terguling: Kami Cuma Makan Debu

Warga pertokoan di jalan Baloi Taman Kota nyaris bentrok dengan pengawas proyek truk pengangkut tanah yang terguling menutup ruas jalan, Selasa (20/1)

Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
Bereslumbantobing/TribunBatam.id/Beres Lumbantobing
TRUK TERGULING - Truk pengangkut tanah terguling di jalan Baloi Taman Kota Lubuk Baja Batam, menutup ruas jalan dalam kecelakaan di Batam, Selasa (20/1/2026) 
Ringkasan Berita:
  • Warga pertokoan di Jalan Baloi Taman Kota Batam meluapkan amarah setelah truk pengangkut tanah proyek terguling dan menutup ruas jalan pada Selasa (20/1)
  • Kekesalan warga dipicu keluhan lama terkait debu dan truk ngebut yang disebut tak pernah ditanggapi pihak perusahaan proyek
  • Perdebatan sempat memanas hingga nyaris bentrok antara warga dan pengawas proyek, sebelum diredam oleh petugas Babinsa di lokasi
  • Warga meminta pemerintah turun tangan agar truk mengurangi kecepatan, menutup bak muatan

BATAM, TRIBUNBATAM.id  - Sejumlah warga pertokoan di jalan Baloi Taman Kota, Batam, nyaris bentrok dengan pengawas proyek truk pengangkut tanah yang terguling menutup ruas jalan, Selasa (20/1/2026). 

Perdebatan tak terhindarkan. Amarah warga memuncak lantaran keluhan tak pernah diindahkan oleh perusahaan truk pengangkut tanah. 

"Sekarang kalau sudah begini, siapa mau tanggung jawab? Tak ada kan, kami cuma makan debu, kalian yang enak. Kami, warga di sini cuma minta kurangi kecepatan, truknya pakai penutup," ujar seorang warga, Jhon Yunus.

Siang itu, Jhon Yunus tampak berapi-api. Amarahnya memuncak. Ia berdebat dengan pihak proyek. Diakuinya, banyak warga pertokoan yang mengeluhkan debu dan truk kencang melintas sejak adanya proyek reklamasi di Bukit Permata. 

Jhon mengaku tahu betul pergerakan setiap truk tanah proyek yang melintas. Sebab, shoowroom mobil miliknya tepat di seberang jalan mobil truk tanah terguling dalam insiden kecelakaan di Batam

"Lihat itu, warung bapak itu berdebu. Pelanggan kena debu. Dia baru buka 6 bulan ini. Pemilik toko-toko di sini sudah mengeluh, dan sudah kami sampaikan tapi tak ada respons," ungkapnya. 

Seorang perwakilan perusahaan proyek di lokasi, bahkan merespons warga dengan sikap arogansi.  

Beruntung, ada petugas Babinsa Baloi, Serka Situmorang di lokasi dan menenangkan situasi. 

"Kami, warga di sini berharap dan meminta kepada pemerintah supaya persoalan ini ditangani. Kami hanya minta kalau truk itu lewat kurangilah kecepatan. Lalu truk tanah itu mohonlah ditutup baknya. Itu saja," kata Jhon berharap. 

Menurut Jhon, ada orang kuat dibalik proyek itu, sehingga persoalan SOP (Standar Operasional Prosedur) pekerjaan tak diindahkan. 

"Kita tahu lah, siapa bekkingnya di balik proyek itu. Hari Senin kemarin, truk mereka nabrak pemotor, patah tulang bahunya, kejadian di belokan itu. Gak tahu lagi bagaimana kelanjutannya, sepertinya selesai begitu saja," ungkap Jhon. 

Selain Jhon, warga lainnya Noval juga turut mengeluhkan aktivitas truk yang melintas di jalan raya. Persoalan paling krusial menurut dia kecepatan truk. 

"Cobalah abang nongkrongin, kalau truk itu lewat macam balapan mereka. Ngerilah pokoknya. Jalan sudah macam sirkuit. Debunya berterbangan. Meja warung saya itu bolak-balik ngelap," ujarnya. 

Ia sudah lama mengeluhkan hal itu. Namun ia tak tahu harus mengadu kemana. Ia berharap pemerintah turun tangan menyelesaikan persoalan itu. (TribunBatam.id/bereslumbantobing)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved