KECELAKAAN DI BATAM
Keluhan Tak Digubris, Warga Baloi Batam Murka Usai Truk Tanah Terguling: Kami Cuma Makan Debu
Warga pertokoan di jalan Baloi Taman Kota nyaris bentrok dengan pengawas proyek truk pengangkut tanah yang terguling menutup ruas jalan, Selasa (20/1)
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
Ringkasan Berita:
- Warga pertokoan di Jalan Baloi Taman Kota Batam meluapkan amarah setelah truk pengangkut tanah proyek terguling dan menutup ruas jalan pada Selasa (20/1)
- Kekesalan warga dipicu keluhan lama terkait debu dan truk ngebut yang disebut tak pernah ditanggapi pihak perusahaan proyek
- Perdebatan sempat memanas hingga nyaris bentrok antara warga dan pengawas proyek, sebelum diredam oleh petugas Babinsa di lokasi
- Warga meminta pemerintah turun tangan agar truk mengurangi kecepatan, menutup bak muatan
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Sejumlah warga pertokoan di jalan Baloi Taman Kota, Batam, nyaris bentrok dengan pengawas proyek truk pengangkut tanah yang terguling menutup ruas jalan, Selasa (20/1/2026).
Perdebatan tak terhindarkan. Amarah warga memuncak lantaran keluhan tak pernah diindahkan oleh perusahaan truk pengangkut tanah.
"Sekarang kalau sudah begini, siapa mau tanggung jawab? Tak ada kan, kami cuma makan debu, kalian yang enak. Kami, warga di sini cuma minta kurangi kecepatan, truknya pakai penutup," ujar seorang warga, Jhon Yunus.
Siang itu, Jhon Yunus tampak berapi-api. Amarahnya memuncak. Ia berdebat dengan pihak proyek. Diakuinya, banyak warga pertokoan yang mengeluhkan debu dan truk kencang melintas sejak adanya proyek reklamasi di Bukit Permata.
Jhon mengaku tahu betul pergerakan setiap truk tanah proyek yang melintas. Sebab, shoowroom mobil miliknya tepat di seberang jalan mobil truk tanah terguling dalam insiden kecelakaan di Batam.
"Lihat itu, warung bapak itu berdebu. Pelanggan kena debu. Dia baru buka 6 bulan ini. Pemilik toko-toko di sini sudah mengeluh, dan sudah kami sampaikan tapi tak ada respons," ungkapnya.
Seorang perwakilan perusahaan proyek di lokasi, bahkan merespons warga dengan sikap arogansi.
Beruntung, ada petugas Babinsa Baloi, Serka Situmorang di lokasi dan menenangkan situasi.
"Kami, warga di sini berharap dan meminta kepada pemerintah supaya persoalan ini ditangani. Kami hanya minta kalau truk itu lewat kurangilah kecepatan. Lalu truk tanah itu mohonlah ditutup baknya. Itu saja," kata Jhon berharap.
Menurut Jhon, ada orang kuat dibalik proyek itu, sehingga persoalan SOP (Standar Operasional Prosedur) pekerjaan tak diindahkan.
"Kita tahu lah, siapa bekkingnya di balik proyek itu. Hari Senin kemarin, truk mereka nabrak pemotor, patah tulang bahunya, kejadian di belokan itu. Gak tahu lagi bagaimana kelanjutannya, sepertinya selesai begitu saja," ungkap Jhon.
Selain Jhon, warga lainnya Noval juga turut mengeluhkan aktivitas truk yang melintas di jalan raya. Persoalan paling krusial menurut dia kecepatan truk.
"Cobalah abang nongkrongin, kalau truk itu lewat macam balapan mereka. Ngerilah pokoknya. Jalan sudah macam sirkuit. Debunya berterbangan. Meja warung saya itu bolak-balik ngelap," ujarnya.
Ia sudah lama mengeluhkan hal itu. Namun ia tak tahu harus mengadu kemana. Ia berharap pemerintah turun tangan menyelesaikan persoalan itu. (TribunBatam.id/bereslumbantobing)
Kecelakaan di Batam
truk terguling
aktivitas truk tanah
Truk Angkut Tanah Kecelakaan
truk angkut tanah
Batam
taman kota
Taman Baloi
| Polisi Ungkap Dugaan Aquaplaning di Balik Kecelakaan Mobil Patroli Ditsamapta Polda Kepri |
|
|---|
| Pelajar Jadi Penyumbang Terbesar Lakalantas, BPTD Kepri Gencarkan Edukasi di SMKN 1 Batam |
|
|---|
| Kecelakaan di Batam, Mobil Patroli Ditsamapta Polda Kepri Ringsek di Jalan Hang Tuah |
|
|---|
| Ibu-Anak Tewas Kecelakaan di Batu Ampar, Polisi Duga Motor Korban Beriringan dengan Truk di Belokan |
|
|---|
| Cerita Saksi Mata Soal Kecelakaan di Batam Hari Ini, Toyota Fortuner Hantam PJU Dekat Simpang Gelael |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Truk-pengangkut-tanah-terbalik-di-jalan-Baloi-Taman-Kota-menutup-ruas-jalan.jpg)