Sabtu, 2 Mei 2026

MUSRENBANG

Banyak Usulan Musrenbang Tak Terwujud, Amsakar: Terganjal Keterbatasan APBD Batam

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengungkapkan bahwa tidak seluruh usulan masyarakat yang masuk melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musre

Tayang:
Diskomonfo batam/Pertanian Sitanggang
MUSRENBANG - Wali Kota Batam Amsakar Achmad saat memberikan arahan pada Musrenbang di Kecamatan Sagulung Kota Batam Provinsi Kepri, Sabtu (31/1/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Keterbatasan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam Tahun 2026 menjadi penyebab utama banyaknya usulan yang harus dieliminasi
  • Amsakar memaparkan, total nilai usulan masyarakat yang dihimpun dari tingkat kelurahan se-Kota Batam mencapai sekitar Rp9 triliun
  • Ada sekitar Rp5 triliun usulan yang tereliminasi. Proyek yang bisa kita kerjakan tahun 2026 menyesuaikan dengan APBD yakni Rp 4,2 triliun, ujar Amsakar

 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengungkapkan bahwa tidak seluruh usulan masyarakat yang masuk melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dapat direalisasikan. 

Keterbatasan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam Tahun 2026 menjadi penyebab utama banyaknya usulan yang harus dieliminasi.

Hal tersebut disampaikan Amsakar saat menghadiri sekaligus memberikan arahan pada Musrenbang Tingkat Kecamatan Sagulung, yang digelar di Gedung Serbaguna SP Plaza Tembesi, Sabtu (31/1/2026).

Amsakar memaparkan, total nilai usulan masyarakat yang dihimpun dari tingkat kelurahan se-Kota Batam mencapai sekitar Rp9 triliun. 

Sementara itu, kemampuan APBD Kota Batam hanya berada di kisaran Rp4,2 triliun.

“Artinya, ada sekitar Rp5 triliun usulan yang harus tereliminasi. Proyek yang bisa kita kerjakan di tahun 2026 hanya menyesuaikan dengan kekuatan APBD, yakni Rp 4,2 triliun,” ujar Amsakar.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat proses penyaringan usulan menjadi sangat penting, khususnya pada tahapan Musrenbang tingkat kecamatan. 

Usulan yang tidak masuk kategori prioritas berpotensi gugur sebelum dibahas lebih lanjut di tingkat kota.

Meski demikian, Amsakar menegaskan pemerintah tetap berkomitmen mengakomodir program-program prioritas yang berdampak langsung terhadap kebutuhan dasar masyarakat. 

Fokus utama Pemko Batam saat ini diarahkan pada pengentasan banjir, penanganan sampah, serta peningkatan pelayanan air bersih.

“Skala prioritas menjadi kunci. Program yang kita jalankan harus benar-benar mendesak dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Selain di Sagulung, Amsakar juga menghadiri Musrenbang Kecamatan Sekupang pada hari yang sama. 

Dalam arahannya, Amsakar menekankan Musrenbang bukan sekadar agenda tahunan seremonial, melainkan fondasi penting dalam menentukan arah pembangunan daerah.

“Musrenbang adalah ruang strategis untuk menyelaraskan visi pemerintah dengan aspirasi masyarakat. Kita ingin setiap rencana pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan riil warga,” kata Amsakar..

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved