Kamis, 9 April 2026

Banjir di Batam

Tak Ada Solusi, Warga Sei Binti Batam Bongkar Paksa Gorong-gorong Penyebab Banjir

Warga Kampung Tua Sei Aleng, Sei Binti, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, bongkar paksa gorong-gorong penyebab banjir di komplek mereka pakai excavator

Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Dewi Haryati
Istimewa/Pertanian Sitanggang
BONGKAR GORONG-GORONG - Warga Kampung Tua Sei Binti Batam bongkar paksa gorong-gorong di jalan masuk perusahaan yang menjadi penyebab banjir di komplek mereka, Jumat (20/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Warga Sei Binti Batam kesal rumah mereka sudah lama jadi langganan banjir
  • Hingga kini belum ada solusi nyata dari pemerintah atau pihak terkait untuk mengatasi itu
  • Warga secara swadaya bongkar gorong-gorong penyebab banjir menggunakan excavator milik perusahaan di sekitar lokasi

 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Warga Kampung Tua Sei Aleng, Kelurahan Sei Binti, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Provinsi Kepri, terpaksa ambil tindakan sendiri untuk mengatasi masalah banjir yang sudah lama melanda daerah mereka. 

Warga secara swadaya meminta alat berat milik perusahaan di sekitar lokasi untuk membongkar gorong-gorong yang selama ini menjadi penyebab banjir di komplek mereka.

Tiga gorong-gorong yang menjadi penyebab banjir di Sei Binti itu terletak di jalan masuk menuju Kantor Kementerian Kesehatan dan PT Lois & Tiger Trans. 

Meskipun sudah beberapa kali pihak BP Batam dan Pemko Batam melakukan peninjauan, hingga kini belum ada solusi nyata untuk mengatasi permasalahan tersebut. 

Anggota DPRD Batam dari Komisi III juga sudah datang ke lokasi. Namun hanya janji yang diterima oleh warga.

Pada Kamis (19/2/2026), hujan deras kembali mengguyur Batam, mengakibatkan Kampung Tua Sei Binti banjir. 

Banjir yang mulai terjadi sejak sore hari terus meningkat hingga malam. Bahkan hingga rumah warga tergenang air setinggi 50 centimeter. 

Kekesalan warga semakin memuncak pada Jumat (20/2/2026) sekitar pukul 01.00 WIB, ketika air tidak kunjung surut.

Air yang tidak kunjung surut ditambah hujan yang tidak kunjung berhenti, membuat warga dari RW 12, RT 01, dan RT 02 memutuskan untuk bergerak bersama. 

Mereka mendatangi lokasi gorong-gorong yang penyebab banjir di jalan masuk Kantor Kementerian Kesehatan dan PT Lois & Tiger Trans.

Selanjutnya, warga meminta bantuan alat berat kepada perusahaan di sekitar untuk membongkar gorong-gorong itu.

Tokoh masyarakat Sei Aleng, Rahman, yang akrab disapa Aji, mengungkapkan mereka meminta bantuan alat berat dari perusahaan setempat untuk membuka gorong-gorong yang tersumbat.

"Pada pukul 01.00 WIB, kami berhasil membongkar jalan masuk ke perusahaan. Sekarang tinggal satu gorong-gorong lagi di depan Kantor Kementerian Kesehatan yang belum dibongkar," kata Aji.

Ia mengatakan, gorong-gorong di depan kantor itu sulit dibongkar karena konstruksi coran jalan yang sangat kuat. 

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved