Selasa, 5 Mei 2026

SIDANG 2 TON SABU DI BATAM

Tangis Nenek Fandi Ramadhan Pecah Jelang Pledoi 2 Ton Sabu di PN Batam, Sengaja Datang dari Medan

Suasana jelang sidang kasus dugaan penyelundupan hampir dua ton sabu mendadak haru di Pengadilan Negeri Batam, Senin (23/2/2026).

Tayang:
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Dewi Haryati
Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah
PN BATAM - Siti Khodijah (66) saat ditemui di PN Batam jelang pledoi perkara 2 ton sabu cucunya, Fandi Ramadhan di PN Batam, Senin (23/2/2026) 

Ringkasan Berita:
  • Nenek Fandi, terdakwa kasus 2 ton sabu di Batam hadiri sidang di PN Batam
  • Dari Medan, Nenek Fandi sengaja datang demi melihat cucunya yang terancam dihukum mati atas kasus hampir 2 ton sabu ini
  • Dukungan juga datang dari junior Fandi saat berada di Pesantren dulu. Mereka beri kesaksian atas Fandi yang mereka kenal
  • Mereka berharap Fandi mendapat keadilan atas kasus yang juga mendapat atensi dari pengacara Hotman Paris ini

 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Suasana jelang sidang kasus dugaan penyelundupan hampir dua ton sabu mendadak haru di Pengadilan Negeri Batam, Senin (23/2/2026).

Di tengah kerumunan keluarga terdakwa, seorang perempuan lanjut usia (lansia) duduk dengan wajah sembab. 

Ia adalah Siti Khodijah (66), nenek Fandi Ramadhan, yang datang jauh dari Medan demi melihat cucunya.

Dengan suara bergetar, nenek Siti tak kuasa menahan tangis saat diminta menyampaikan harapannya.

"Tolonglah bebaskan cucu saya. Dia murni memang tidak bersalah. Saya tahu, demi Allah dia tidak bersalah," ujar Nek Siti saat ditemui di Pengadilan Negeri Batam.

Ia bahkan menyebut mengenal betul keseharian Fandi sejak kecil.

"Cucu saya itu di ketiak saya aja sehari-hari. Adzan masjid nanti dia pergi. ‘Nek, orang udah adzan,’ katanya. Setiap salat lima waktu nggak pernah tinggal," tuturnya.

Nenek Siti mengaku sengaja berangkat dari Medan untuk menghadiri sidang cucunya.

Dalam harapannya, nenek berkerudung hijau tersebut meminta perhatian Presiden RI Prabowo Subianto dan pengacara Hotman Paris agar cucunya dibebaskan.

"Mau tengok Fandi. Memang saya minta sama Pak Prabowo, sama Pak Hotman Paris. Tolonglah bebaskan cucu saya," ucapnya.

Tangisnya kembali pecah sebelum akhirnya ditenangkan keluarga.

Terpisah, di tengah proses persidangan kasus hampir dua ton sabu, dukungan juga datang dari lingkungan pesantren tempat Fandi Ramadhan pernah menimba ilmu.

Iqbal, teman satu pesantren yang lebih muda setahun, hadir di PN Batam untuk memberi dukungan moral.

"Saya junior satu tahun di bawah beliau. Perilakunya alhamdulillah baik dan dia juga pandai ceramah," kata Iqbal.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved