Rabu, 6 Mei 2026

Yakop Sutjipto Rombak Kepengurusan Internal Kickboxing Kepri, Beberapa Pengurus Dibekukan

Melalui Rapat Pleno, Jumat (27/2), Ketua Kickboxing Indonesia (KBI) Kepri Yakop Sutjipto memutuskan mengganti sejumlah pengurus.

Tayang:
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
Bereslumbantobing/TribunBatam.id
ROMBAK KEPENGURUSAN - Pengurus Kickboxing (KBI) Kepri rombak kepengurusan internal lewat Rapat Pleno di Sekretariat Pengprov KBI Kepri di Batam, Jumat (27/2/2026) 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Menjelang agenda besar olahraga Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), Pengurus Provinsi Kickboxing Indonesia (KBI) Kepri merombak kepengurusan internal.

Melalui rapat pleno yang digelar di Sekretariat Pengprov KBI, Jumat (27/2/2026), Ketua Umum KBI Kepri, Yakop Sutjipto memutuskan mengganti sejumlah pengurus dan membekukan beberapa kepengurusan kabupaten/kota.

Keputusan tersebut diambil berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Kickboxing Indonesia, yang menyatakan Ketua Umum Provinsi dapat mengangkat dan/atau memberhentikan unsur pimpinan pengurus provinsi melalui rapat pleno. 

"Kami menjalankan organisasi berdasarkan AD/ART. Ketua Umum Provinsi berwenang mengangkat dan memberhentikan unsur pimpinan melalui rapat pleno. Maka keputusan hari ini sah secara organisasi,” ujar Yakop, usai rapat pleno di Kantor Sekretariat Pengprov KBI Kepri di kawasan Cahaya Garden Bengkong Batam.

Ia menyatakan, pergantian dilakukan karena sejumlah pengurus dinilai tidak lagi sejalan dengan visi dan misi organisasi. Bahkan, sebagian terlibat dalam mosi tidak percaya terhadap dirinya yang menurutnya tidak memiliki dasar kuat.

"Saya terpaksa mengambil keputusan ini karena ada pengurus yang tidak lagi satu visi dan misi. Tuduhan-tuduhan yang disampaikan tidak berdasar dan sudah saya bawa ke ranah hukum,” katanya.

Ia menyebut terdapat 13 poin tuduhan yang dialamatkan kepadanya, termasuk tudingan tidak berkontribusi bagi daerah serta dugaan pemotongan dana atlet dan pelatih.

Namun Yakop mengaku tidak terfokus dengan persoalan itu. 

Saat ini, Kickboxing Kepri tengah fokus membina dan mendorong atlet-atlet muda untuk terus berprestasi. 

"Fokus utama kami adalah atlet. Jangan sampai polemik organisasi mengganggu persiapan menuju Porprov dan PON Beladiri,” ujar Yakop.

Ia menyebut Kickboxing Kepri mencatat capaian signifikan di bawah kepemimpinannya. Pada PON Beladiri, Kepri meloloskan tujuh atlet, ini jumlah terbanyak dibanding cabang lain di Provinsi Kepri, serta meraih satu medali perak dan satu perunggu.

Ia juga menyebut keberhasilan Kepri menggelar Kejuaraan Nasional di Batam beberapa tahun lalu, menjadi salah satu faktor yang membuka peluang tambahan kuota atlet ke PON.

Yakop mengimbau seluruh pelatih, atlet, dan sasana yang tidak terlibat polemik agar menunggu arahan resmi dari Pengprov KBI Kepri.

Ia menegaskan agar tidak menanggapi undangan atau instruksi yang mengatasnamakan organisasi tanpa sepengetahuan Ketua Umum.

"Semua harus tertib administrasi dan sesuai mekanisme organisasi. Jangan sampai ada penyalahgunaan stempel atau surat tanpa persetujuan,” tegasnya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved