Jumat, 1 Mei 2026

SIDANG 2 TON SABU DI BATAM

Breaking News - Sidang Vonis Kasus 2 Ton Sabu Dijadwalkan Hari Ini Kamis 5 Maret, Ibu Fandi Berharap Ada Perubahan

Sidang pembacaan keputusan atau vonis dalam Kasus 2 Ton Sabu dijadwalkan hari ini Kamis 5 Maret, Ibu Fandi Berharap Ada Perubahan

Tayang:
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Mairi Nandarson
Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah
SIDANG VONIS - Enam terdakwa kasus 2 ton sabu saat usai jalani sidang tuntutan beberapa waktu lalu. Keenam terdakwa akan menghadapi sidang putusan atau vonis hari Kamis (5/3/2026) 

Ringkasan Berita:
  • Ada enam terdakwa dalam kasus penyelundupan hampir 2 ton sabu ini, dua orang warga negara asing, empat lainnya warga Indonesia
  • Ibu Fandi, Nirwana, berharap majelis hakim memberikan putusan yang meringankan anaknya, bahkan membebaskan putranya
  • Dia bilang, ‘kalau mamak sudah nggak sanggup, nggak usah lagi diurus.’ Katanya dia ikhlas di sini, yang penting mamak sehat dan adik-adik masih banyak, kata Nirwana

 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sidang pembacaan putusan (vonis) kasus penyelundupan hampir 2 ton sabu dijadwalkan berlangsung hari ini, Kamis (5/3/2026).

Ada enam terdakwa dalam kasus penyelundupan hampir 2 ton sabu ini, dua orang warga negara asing, empat lainnya warga Indonesia.

Empat terdakwa WNI lainnya Hasiholan Samosir, Richard Halomoan, Leo Chandra Samosir dan Fandi Ramadhan.

Dua terdakwa lainnya warga negara Thailand, yakni Weerapat Phongwan dan Teerapong Lekpradube.

Sidang vonis kasus putusan hari ini akan menjadi penentu nasib keenam terdakwa yang sebelum dituntut pidana mati. 

Baca juga: Daftar 7 Berita Pilihan Hari Ini, Ibu Fandi Cemas Jelang Vonis Kasus Penyelundupan Hampir 2 Ton Sabu

Keluarga Berharap Perubahan Hukuman untuk Fandi

Ibu Fandi, Nirwana, berharap majelis hakim memberikan putusan yang meringankan anaknya, bahkan membebaskan putranya.

“Harapan kami kalau bisa untuk ibu hakim, putusannya dibebaskan. Bebaskan anak saya,” ujar Nirwana lirih.

“Dia Tulang Punggung Kami”

Menurut Nirwana, Fandi selama ini menjadi tulang punggung keluarga.

Meski penghasilannya tak besar, ia tetap bekerja keras demi membantu kebutuhan ibu dan adik-adiknya.

“Dia bekerja buat keluarga. Dia tulang punggung kami. Meski gajinya belum banyak, harapan kami ke dia terlalu besar,” katanya.

Sejak terseret dalam perkara hukum ini, Nirwana mengaku melihat perubahan besar pada diri anaknya.

Kondisi fisik dan mental Fandi disebut semakin menurun. 

“Kalau perubahan si Fandi dari berangkat sampai sekarang itu banyak. Nengok kondisi dia sudah drop kali kurasa,” tuturnya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved