Mudik Lebaran
Jelang Puncak Mudik Calo Berkeliaran di Pelabuhan, Kapolda Kepri Beri Peringatan Keras
Menurut Asep, membeli tiket dari calo tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga berpotensi menimbulkan penipuan.
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Eko Setiawan
TRIBUNBATAM.id, BATAM – Kapolda Kepulauan Riau, Asep Safrudin, memberikan peringatan keras terhadap potensi praktik percaloan tiket transportasi di Batam menjelang puncak arus mudik Lebaran.
Menurutnya, kepolisian mengantisipasi munculnya oknum yang memanfaatkan tingginya permintaan tiket untuk meraup keuntungan dengan menjual kembali tiket kepada masyarakat dengan harga lebih tinggi.
Ia menegaskan pihak kepolisian tidak akan memberi ruang bagi praktik percaloan, baik pada transportasi laut, udara, maupun darat selama periode mudik tahun ini.
“Potensi itu tentu ada. Karena itu kami sudah memerintahkan sub-satgas, baik dari intelijen maupun satuan lainnya, untuk melakukan penyelidikan sejak awal. Jika ditemukan praktik percaloan, tentu akan kami proses sesuai hukum yang berlaku,” ujar Asep saat ditemui di Pelabuhan Domestik Punggur.
Pengawasan tersebut dilakukan dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat Seligi 2026 yang digelar untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran.
Asep menjelaskan praktik percaloan biasanya muncul ketika permintaan tiket melonjak tajam menjelang musim mudik. Kondisi ini sering dimanfaatkan oknum tertentu dengan membeli tiket dalam jumlah besar lalu menjualnya kembali dengan harga lebih mahal.
Padahal, menurutnya pemerintah telah memberikan subsidi pada sejumlah moda transportasi agar masyarakat dapat memperoleh tiket dengan harga yang lebih terjangkau.
“Pemerintah sudah memberikan subsidi agar masyarakat bisa mendapatkan tiket dengan harga wajar. Kalau ada oknum yang memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga tiket melalui calo, tentu akan kami tindak tegas,” tegasnya.
Pengawasan terhadap praktik calo akan dilakukan di sejumlah titik transportasi strategis di Batam, termasuk pelabuhan penyeberangan dan bandara yang diprediksi mengalami lonjakan penumpang selama arus mudik.
Selain itu, petugas juga memastikan seluruh penumpang yang berangkat tercatat dalam manifest perjalanan guna mencegah terjadinya kelebihan kapasitas penumpang.
“Kami pastikan penumpang terdaftar dalam manifest, kapal tidak overload, serta proses keberangkatan berjalan aman dan tertib,” katanya.
Kapolda juga mengimbau masyarakat agar tidak membeli tiket melalui perantara yang tidak resmi. Selain harganya lebih mahal, pembelian tiket melalui calo juga berisiko menimbulkan penipuan.
“Saya imbau masyarakat tidak membeli tiket dari calo karena sangat merugikan. Jika terbukti ada praktik tersebut, tentu akan kami tindak tegas,” pungkasnya.
(TribunBatam.id/Beres Lumbantobing)
| Arus Mudik ke Sumbar Meningkat, Jalur Malalak Masih Ditutup, Polisi Himbau Hindari Jalur Ini |
|
|---|
| Jalan Lintas Sumatera Ini Buat Takut Pemudik, Begal Berkeliaran, Polisi Berikan Pengawalan Gratis |
|
|---|
| Polsek Amankan Titik Strategis Bandara RHF, Pastikan Situasi Tetap Kondusif |
|
|---|
| Sri Bintan Pura Tanjungpinang Masuk Pelabuhan Paling Ramai Keenam di Indonesia Selama Mudik Lebaran |
|
|---|
| Identitas Lengkap Korban Kecelakaan Maut Saat Mudik Lebaran di Tegal, Lima Orang Tewas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Kapolda-Kepri-Irjen-Pol-Asep-Safrudin-saat-meninjau-pelabuhan-Ferry-Domestik-Punggur.jpg)