Kamis, 9 April 2026

PEMKO BATAM

Serapan Minim, Pemko Batam Evaluasi Program Pinjaman Tanpa Bunga dan Jajaki Bank Baru

Program unggulan Pemko Batam, pinjaman tanpa bunga hingga Rp20 juta bagi pelaku UMKM dievaluasi karena serapannya minim

Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Dewi Haryati
Ian Sitanggang
BERI KETERANGAN - Foto Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam Salim. Salim beri keterangan terkait program pinjaman tanpa bunga di dinasnya. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id -  Pemerintah Kota Batam mengevaluasi program pinjaman tanpa bunga hingga Rp20 juta bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

Program yang menjadi salah satu unggulan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra ini, sebelumnya diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui kemudahan akses permodalan.

Namun dalam pelaksanaannya, realisasi penyaluran dana masih jauh dari target. Dari total anggaran sekitar Rp3 miliar yang disiapkan sejak 2025, hanya sebagian kecil pelaku UMKM yang berhasil menerima manfaat program tersebut.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim, mengatakan rendahnya penyerapan dana menjadi perhatian serius pemerintah daerah. 

Dari target 1.500 pelaku usaha, hingga kini baru 19 UMKM yang dinyatakan lolos verifikasi dan memperoleh pinjaman.

“Banyak kendala di lapangan, salah satunya lokasi usaha yang jauh dari bank mitra, sehingga penyaluran tidak merata, terutama ke wilayah hinterland,” kata Salim, baru-baru ini.

Program pinjaman tanpa bunga ini sebelumnya bekerja sama dengan Bank Tabungan Negara (BTN) sebagai penyalur. 

Namun, sejumlah persyaratan perbankan, seperti riwayat kredit atau BI Checking, menjadi penghambat bagi sebagian besar pelaku usaha untuk lolos proses verifikasi.

Akibatnya, dana yang telah disiapkan pemerintah justru banyak mengendap dan belum tersalurkan secara optimal kepada masyarakat yang membutuhkan.

Melihat kondisi tersebut, Pemko Batam kini melakukan evaluasi menyeluruh terhadap skema program, termasuk kemungkinan menggandeng mitra perbankan lain. Salah satu bank yang tengah dijajaki adalah Bank Riau Kepri.

“Kami sedang menjajaki kerja sama dengan Bank Riau Kepri untuk mendukung jalannya program ini agar penyaluran bisa lebih maksimal,” kata Salim.

Ia mengatakan, keterlibatan bank daerah diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan hingga ke wilayah yang selama ini sulit dijangkau, sekaligus mencari solusi atas kendala administrasi yang dihadapi pelaku UMKM.

Program pinjaman tanpa bunga ini merupakan bagian dari 15 program unggulan di kepemimpinan Amsakar–Li Claudia, yang difokuskan pada penguatan ekonomi kerakyatan. 

Pemerintah berharap evaluasi dan perubahan skema ke depan dapat membuat program ini lebih tepat sasaran dan dirasakan langsung manfaatnya oleh pelaku usaha kecil di Batam.

“Kami ingin semakin banyak UMKM yang bisa memanfaatkan program ini, karena tujuan utamanya adalah membantu mereka berkembang tanpa terbebani bunga pinjaman,” kata Salim. (Tribunbatam.id/Pertanian Sitanggang)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved