Rabu, 6 Mei 2026

Terjun Bebas dari Jembatan 5 Barelang

Nusyirwan Terjun dari Jembatan 5 Barelang, Polisi Tak Temukan Tanda Kekerasan

Polisi ungkap hasil pemeriksaan terhadap jasad Nusyirwan (35), pria terjun dari Jembatan 5 Barelang Batam. Sebut tak ada tanda kekerasan

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Dewi Haryati
Tribun Batam
MOTOR DI JEMBATAN - Motor diduga milik korban Nusyirwan terparkir di atas Jembatan 5 Barelang Batam, Senin (23/3/2026). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Polisi ungkap hasil pemeriksaan terhadap jasad Nusyirwan (35), pria terjun dari Jembatan 5 Barelang Batam.

Pria asal Tanjung Balai Karimun itu sebelumnya terlihat seorang saksi hanyut di perairan Jembatan Barelang, pada Senin (23/3/2026).

Bermula dari suara seperti benda jatuh ke air yang didengar saksi, sekira pukul 10.00 WIB. Tak disangka, ada orang hanyut.

Di atas jembatan, saksi melihat sebuah SIM dan motor matik diduga milik korban. 

Kejadian ini segera dilaporkan ke pihak terkait, hingga upaya pencarian dilakukan.

Baru pada Rabu (25/3/2026) pagi, jasad korban ditemukan di tepian bibir pantai, tak jauh dari lokasi kejadian, dalam kondisi mengapung. 

Jasad korban selanjutnya dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Kepri.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas, polisi memastikan peristiwa yang terjadi pada Nusyirwan murni bunuh diri.

Kanit Reskrim Polsek Galang, Iptu Hasmir, menegaskan tidak ditemukan unsur tindak pidana dalam kejadian itu. 

Berdasarkan hasil visum dan autopsi, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Dari hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan adanya tanda kekerasan. Jadi ini murni bunuh diri, bukan pembunuhan,” ujar Hasmir, Sabtu (28/3/2026).

Jenazah Diserahkan ke Keluarga

Nusyirwan merupakan perantau asal Karimun di Batam.

Jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga yang mendatangi RS Bhayangkara Polda Kepri.

Sementara itu, polisi masih mendalami motif di balik aksi nekat korban. 

Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk istri korban yang disebut sebagai saksi kunci.

“Motif masih kita dalami. Dugaan awal mengarah ke masalah keluarga, namun ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” tambahnya.

Barang bukti berupa sepeda motor dan kartu identitas milik korban yang ditemukan di atas jembatan juga telah diamankan, sebelum akhirnya diserahkan kepada keluarga.

Sebelumnya, korban ditemukan oleh tim SAR gabungan pada hari ketiga pencarian, Rabu (25/3/2026) pagi, sekitar pukul 09.00 WIB. 

Jenazah ditemukan mengapung sejauh kurang lebih 500 meter dari titik awal kejadian, tepatnya di tepian pantai.

Kepala Kantor SAR Tanjungpinang melalui Danpos Basarnas Batam, Dedius, mengatakan operasi pencarian berjalan intensif sejak hari pertama.

“Korban ditemukan sekitar 500 meter dari lokasi jatuh. Setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke RS Bhayangkara untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.

Peristiwa ini bermula pada Senin (23/3/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Seorang saksi mata bernama Adi yang sedang memancing di sekitar lokasi mengaku mendengar suara keras dari arah bawah jembatan.

“Saya dengar seperti benda jatuh ke air. Saat dilihat, korban sudah hanyut terbawa arus,” ungkapnya.

Ia juga menyebut tidak ada teriakan atau tanda perlawanan sebelum kejadian, hanya suara benturan yang terdengar jelas.

Laporan kemudian diterima Polsek Galang sekitar pukul 11.55 WIB dan segera ditindaklanjuti dengan pengerahan tim SAR dari Pos Batam

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, termasuk Direktorat Polairud Polda Kepri, Satpolair Polresta Barelang, TNI AL, ORARI, serta nelayan setempat.

Penafian: Berita ini tidak bertujuan untuk menginspirasi tindakan bunuh diri. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami tanda-tanda depresi, kecemasan, atau memiliki pikiran bunuh diri, segera hubungi profesional kesehatan mental (psikolog/psikiater) atau layanan darurat setempat. (TribunBatam.id/bereslumbantobing)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved