Jumat, 1 Mei 2026

PENIPUAN SHOWROOM MOBIL DI BATAM

Korban Dugaan Penipuan Showroom Mobil di Batam Datangi Polresta Barelang, Kerugian Tembus Rp 4 M

Puluhan orang yang mengaku menjadi korban dugaan penipuan dan penggelapan mendatangi Mapolresta Barelang, Kota Batam pada Rabu (1/4/2026). 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Ucik Suwaibah
PENIPUAN DI BATAM - Korban dugaan penipuan dan penggelapan di Batam mendatangi Mapolresta Barelang untuk pertanyakan perkembangan laporan, Rabu (1/4/2026). Kerugian para korban ditaksir mencapai Rp4 Miliar. 

Ringkasan Berita:
  • Sejumlah korban penipuan dan penggelapan salah satu showroom mobil di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mendatangi Polresta Barelang, Rabu (1/4/2026).
  • Mereka menanyakan perkembangan dari laporan yang telah mereka buat sebelumnya.
  • Para korban melaporkan Nora Oktavia (52) dengan kerugian ditaksir mencapai Rp4 Miliar. Mereka juga mengungkap modus terduga pelaku dalam melancarkan aksinya.

 


TRIBUNBATAM.id, BATAM
- Sejumlah orang yang mengaku menjadi korban dugaan penipuan dan penggelapan showroom mobil mendatangi Mapolresta Barelang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (1/4/2026). 

Kedatangan mereka untuk menanyakan perkembangan laporan yang sebelumnya telah disampaikan ke pihak kepolisian.

Pantauan di lobi Mapolresta Barelang, sejumlah korban terlihat berkumpul sambil membawa berkas dokumen. 

Mereka berdiskusi dengan petugas di bagian pelayanan terkait perkembangan penanganan kasus tersebut.

Para korban menyebut dugaan penipuan itu melibatkan seorang laki-laki bernama Nora Oktavia (52) yang sebelumnya dikenal menjalankan usaha jual beli mobil di Batam.

Seorang korban, Erwin mengatakan, modus yang digunakan pelaku terhadap korban cukup beragam. 

Sebagian korbanya ada yang diminta meminjamkan dokumen kendaraan, sementara lainnya terlibat dalam transaksi jual beli mobil.

"Jadi yang menimpa kami kasusnya ini banyak macam. Ada yang pinnjam uang dengan berdalih nanti akan dikembalikan, ada yang pinjam BPKB ternyata BPKB masuk ke leasing," ujar Erwin saat ditemui di lokasi.

Ia menjelaskan, ada pula korban yang membeli mobil secara tunai namun tidak pernah menerima dokumen kendaraan. 

Selain itu, ada korban yang menyerahkan BPKB untuk proses balik nama, tetapi ternyata dijaminkan ke leasing atau bank.

"Beli mobil cash tapi BPKB-nya nggak dikasih. Ada juga yang mau balik nama kendaraan tapi ternyata bukan dibalik nama, malah diagunkan ke leasing," tambahnya.

Erwin mengaku dirinya juga menjadi korban.

Ia menyebut pelaku sempat meminjam sejumlah BPKB mobil miliknya dengan alasan untuk keperluan transaksi di showroom.

"Dia pinjam BPKB saya karena kebetulan saya juga showroom. Katanya cuma sebentar untuk diagunkan, nanti seminggu dipulangkan," jelasnya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved