Sabtu, 2 Mei 2026

Amsakar Paparkan Strategi Pemko Batam Tekan Penggangguran dan Tantangan yang Dihadapi

Pemko Batam menjalankan sejumlah program strategis untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja, pada akhirnya untuk tekan angka pengangguran di Batam

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.id/BERES LUMBANTOBING
KARTU KUNING - Warga Batam saat mengurus kartu kuning atau kartu pencari kerja (Pencaker) di kantor Kecamatan Sagulung, beberapa waktu lalu. Amsakar paparkan strategi Pemko Batam tekan angka pengangguran 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Wali Kota Batam Amsakar Achmad paparkan strategi Pemerintah Kota (Pemko) Batam dalam menekan tingkat pengangguran dan tantangan yang dihadapi.

Disampaikannya, ada sejumlah program strategis yang difokuskan Pemko Batam pada peningkatan kualitas dan penyerapan tenaga kerja.

"Terdapat tiga program utama yang kami jalankan, yaitu perencanaan tenaga kerja, pelatihan kerja dan peningkatan produktivitas, serta penempatan tenaga kerja," ujarnya, melansir mediacenter.batam.go.id, Kamis (2/4/2026).

Dalam pelaksanaannya, Pemko Batam juga memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, di antaranya perusahaan swasta, lembaga pelatihan kerja, perguruan tinggi, serta Balai Latihan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan.

Selain itu, kerja sama juga dilakukan dengan perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia, lembaga penyalur pekerja rumah tangga, serta badan usaha yang mendukung pendidikan vokasi.

Melalui berbagai upaya tersebut, Amsakar optimistis Batam mampu terus menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja di tengah pertumbuhan ekonomi dan tingginya arus migrasi. 

Perlu diketahui, Batam memiliki luas 1.020,28 kilometer persegi yang terdiri atas 454 pulau, 12 kecamatan, dan 64 kelurahan, dengan jumlah penduduk mencapai 1.394.459 jiwa.

Dari sisi ekonomi, Batam menunjukkan tren pertumbuhan positif. Pada 2024, pertumbuhan ekonomi tercatat 6,69 persen dan meningkat menjadi 6,76 persen pada 2025.

"Persentase kemiskinan juga menurun, dari 4,85 persen pada 2024 menjadi 3,81 persen pada 2025. Tingkat pengangguran terbuka turut turun dari 7,68 persen menjadi 7,57 persen," kata Amsakar. 

Sementara itu, ia menegaskan tingginya arus migrasi menjadi tantangan utama dalam pengendalian pengangguran di Batam

Apalagi Batam tercatat sebagai salah satu dari lima daerah dengan tingkat migrasi tertinggi di Indonesia, setelah Bogor, Bekasi, Tangerang, dan Bandung.

Pada 2025, jumlah penduduk yang keluar dari Batam tercatat 31.353 jiwa, sedangkan penduduk yang masuk mencapai 49.009 jiwa. 

Dengan demikian, terdapat selisih 17.656 jiwa pendatang baru.

"Selisih ini menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga keseimbangan antara ketersediaan lapangan kerja dan jumlah pencari kerja," tuturnya.

Amsakar menilai, tingginya minat masyarakat datang ke kota ini dipengaruhi persepsi Batam sebagai daerah dengan peluang ekonomi dan lapangan kerja yang menjanjikan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved