Kamis, 16 April 2026

Batam Terkini

Tiket Pesawat dari Batam Mulai Naik, Imbas Avtur Mahal hingga 13 Persen

Kenaikan harga bahan bakar pesawat (avtur) mulai berdampak pada tarif tiket penerbangan domestik di Batam. 

Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Eko Setiawan
Tribun Batam/Beres Lumbantobing
Pesawat parkir di apron bandara Hang Nadim Batam untuk mengangkut penumpang 

TribunBatam.id, Batam – Kenaikan harga bahan bakar pesawat (avtur) mulai berdampak pada tarif tiket penerbangan domestik di Batam. 

Sejumlah rute dari Batam ke berbagai kota di Indonesia kini terpantau mengalami kenaikan harga.

Pantauan di aplikasi Traveloka menunjukkan harga tiket dari Batam ke sejumlah kota mulai naik dibandingkan tarif normal. 

Penerbangan dari Batam tujaun Jakarta misalnya, harga normal dari kisaran Rp1 juta kini menjadi Rp1,3 juta atau lebih.

Tak hanya tujuan Jakarta, Batam – Padang dari sekitar Rp800 ribu kini mencapai Rp1,1 juta. Rute lain seperti Pekanbaru dan Medan juga mengalami hal serupa, ada kenaikan. 

Kenaikan ini terjadi seiring diberlakukannya penyesuaian fuel surcharge atau biaya tambahan bahan bakar yang dibebankan kepada penumpang.

Pemerintah Indonesia telah mengizinkan penyesuaian tarif tiket pesawat domestik sebesar 9 hingga 13 persen mulai April 2026. Kebijakan ini diambil sebagai respons atas melonjaknya harga avtur global yang dipicu tekanan geopolitik, terutama konflik di kawasan Timur Tengah.

Otoritas penerbangan, Manager Lion Air Group wilayah Kepri, Amar Fernando, mengatakan penyesuaian harga tiket mengikuti kebijakan pemerintah terkait kenaikan fuel surcharge.

“Beberapa rute sudah kita sesuaikan seperti Jakarta, Pekanbaru, Padang, dan Medan. Tapi memang belum semuanya,” ujarnya, Selasa (7/4).

Ia menjelaskan, aturan terbaru memungkinkan kenaikan komponen fuel surcharge hingga 38 persen dari sebelumnya sekitar 10 persen. Namun, implementasinya dilakukan secara bertahap oleh masing-masing maskapai.

“Tidak semua langsung naik. Biasanya melihat kondisi pasar juga,” tambahnya.

Menurutnya, saat ini dengan kenaikan harga avtur, tiap rute penerbangan akan mengalami kenaikan sekitar 300 ribu. 

Meski kenaikan tarif masih dalam batas yang diatur pemerintah, sejumlah warga Batam mulai mengeluhkan dampaknya terhadap biaya perjalanan.

Mereka berharap pemerintah dapat mengendalikan harga agar tidak memicu inflasi, terutama di daerah kepulauan seperti Batam yang sangat bergantung pada transportasi udara.

Di sisi lain, kondisi saat ini juga memasuki periode low season pasca Lebaran, di mana permintaan tiket biasanya menurun. Namun dengan adanya kenaikan harga, dikhawatirkan jumlah penumpang akan semakin tertekan.

“Kalau harga naik, pasti akan berimbas ke penumpang,” kata Amar.

Dalam pernyataan resmi, Pemerintah pusat menegaskan kenaikan tarif ini tetap dibatasi maksimal 13 persen agar tidak memberatkan masyarakat secara berlebihan. Meski demikian, tren harga avtur global akan tetap menjadi faktor penentu dalam pergerakan tarif ke depan. (TribunBatam.id/bereslumbantobing)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved