Selasa, 21 April 2026

KENAIKAN HARGA BBM

Harga BBM Naik, Amsakar Minta Disperindag Batam Buka Dialog Antara Pelaku Logistik dan Pertamina

Sebagai daerah yang tidak memproduksi kebutuhan pokok sendiri dan sangat bergantung pada pasokan dari luar, lonjakan harga BBM dikhawatirkan akan

TribunBatam.id/Pertanian Sitanggang
WALIKOTA BATAM - Wali kota Batam, Amsakar Achmad didampingi wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra saat memberikan komentar di kantor wali Kota Batam, Selasa (21/4/2026). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

Sebagai daerah yang tidak memproduksi kebutuhan pokok sendiri dan sangat bergantung pada pasokan dari luar, lonjakan harga BBM dikhawatirkan akan memicu kenaikan harga barang serta meningkatkan tekanan inflasi di daerah.

Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Wali kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan pihaknya akan segera mengambil langkah strategis dan meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) membuka ruang dialog antara pelaku jasa transportasi barang dan pihak Pertamina.

“Pengusaha transportasi tentu akan sangat terdampak. Dampaknya akan berantai hingga ke harga sembako yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ucap Amsakar Achmad, Selasa (21/4/2026).

Amsakar mengatakan, dialog tersebut diharapkan menjadi wadah untuk mencari solusi bersama agar kenaikan harga BBM tidak memberikan tekanan berlebihan terhadap biaya distribusi dan harga kebutuhan pokok.

“Kami akan minta Pertamina turut berdialog. Minimal, kenaikan BBM ini tidak terlalu memengaruhi harga kebutuhan pokok di Batam,” sebutnya.

Seperti diketahui Batam mengandalkan pasokan barang dari berbagai daerah, seperti Pulau Sumatera melalui jalur laut.

Serta dari wilayah lain bahkan luar negeri melalui jalur udara dan impor.

Kondisi ini membuat biaya logistik menjadi sangat sensitif terhadap perubahan harga energi.

Dalam waktu dekat, Pemko Batam akan menggelar pertemuan yang melibatkan berbagai pihak.

Termasuk asosiasi logistik dan pelaku usaha terkait, guna membahas langkah konkret menekan laju inflasi akibat kenaikan BBM.

berdasarkan data resmi dari situs MyPertamina, kenaikan harga BBM non subsidi paling mencolok terlihat pada Pertamax Turbo yang kini dibanderol Rp19.400 per liter, dari harga sebelumnya yang hanya Rp13.100 pada Maret lalu. 

Nasib serupa menimpa pengguna mesin diesel; harga Dexlite kini meroket menjadi Rp23.600 per liter dari harga Rp14.200.

Sementara Pertamina Dex menyentuh angka Rp23.900 per liter dari sebelumnya Rp14.500. 

Meski demikian, PT Pertamina (Persero) memilih untuk menahan harga BBM subsidi agar tidak mencekik masyarakat kecil. 

Harga Pertalite tetap dipatok Rp10.000 per liter dan Solar subsidi bertahan di Rp6.800 per liter.

Harga BBM non subsidi jenis Pertamax juga tidak mengalami perubahan harga dan tetap berada di angka Rp12.300 per liter.

Ketua DPC Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) di Batam, Yasser Hadeka Daniel sebelumnya mengungkap jika kenaikan harga BBM memaksa pelaku usaha untuk menyesuaikan tarif distribusi.

Yaser mengatakan, para pelaku usaha masih berupaya menahan kenaikan biaya demi menghindari dampak langsung ke masyarakat.

“Kami sudah berusaha tidak menaikkan tarif, karena kami paham setiap kenaikan di sektor transportasi akan langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Yaser menjelaskan sebagian besar komoditas di Batam berasal dari luar daerah seperti Jakarta, Belawan, hingga impor dari Singapura.

Hal ini membuat biaya distribusi sangat bergantung pada harga BBM. (TribunBatam.id/Pertanian Sitanggang)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved