HARGA BBM NAIK
Konsumsi BBM Subsidi di Kepri Diprediksi Naik 15 Persen, Dampak Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi
Pertamina sebut, konsumsi BBM subsidi di Kepri diperkirakan mengalami kenaikan sekitar 10 hingga 15 persen dampak kenaikan harga BBM nonsubsidi
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Dampak penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai terlihat di wilayah Kepri. Dalam beberapa hari terakhir, terjadi pergeseran pola konsumsi BBM, khususnya antara BBM subsidi dan nonsubsidi.
Kepala wilayah Pertamina Patra Niaga Kepri, Bagus Handoko, menyebut mekanisme pasar akan berjalan secara alami pasca kenaikan harga. Namun, dampaknya belum sepenuhnya dapat diukur.
“Perubahan ini baru berjalan dua hingga tiga hari, sehingga kenaikan belum bisa tercapture 100 persen. Kita akan lihat dalam dua minggu ke depan untuk mengetahui dampak secara menyeluruh,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Ia mengatakan, berdasarkan estimasi sementara, konsumsi BBM subsidi diperkirakan mengalami kenaikan sekitar 10 hingga 15 persen. Sebaliknya, penggunaan BBM nonsubsidi justru menurun cukup signifikan, yakni sekitar 20-30 persen.
Penurunan paling terasa terjadi pada produk Dexlite, disebut mengalami penurunan konsumsi hingga sekitar 40 persen.
Hal ini tidak hanya dipicu kenaikan harga, tetapi juga karena selisih harga (disparitas) dengan bahan bakar industri yang semakin tipis.
“Ini kombinasi antara penyesuaian harga dan kondisi pasar. Tapi sekali lagi, ini masih estimasi awal,” kata Bagus.
Selain BBM, penyesuaian juga terjadi pada produk LPG nonsubsidi. Pertamina Patra Niaga resmi memberlakukan perubahan harga jual Bright Gas ukuran 5,5 kg dan 12 kg sejak 18 April 2026.
Kebijakan ini merupakan bagian dari penyesuaian mengikuti dinamika harga energi global.
Bagus menjelaskan, kuota BBM ditetapkan secara terpusat melalui Surat Keputusan dari BPH Migas yang mengacu pada alokasi nasional dalam APBN.
Distribusi kuota kemudian disalurkan ke lembaga penyalur seperti SPBU, dengan evaluasi rutin setiap tiga bulan.
“Dalam setahun ada penyesuaian berkala, tapi tetap mengacu pada kuota nasional. Jadi bukan berubah-ubah setiap saat,” jelasnya.
Evaluasi triwulanan ini bertujuan memastikan distribusi tetap tepat sasaran, serta mengantisipasi potensi kelebihan atau kekurangan pasokan di wilayah tertentu.
Pertamina juga memberi perhatian khusus pada SPBU yang dianggap rawan, baik karena tingginya permintaan maupun potensi penyimpangan distribusi. Monitoring dilakukan lebih ketat di titik-titik tersebut.
Di tengah perubahan harga dan pola konsumsi, ia memastikan stok BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, dalam kondisi aman di seluruh wilayah Kepulauan Riau.
| Harga BBM Nonsubsidi Naik, Distribusi BBM Subsidi di SPBU Batam Masih Lancar, Stok Aman |
|
|---|
| Stok BBM Subsidi di Karimun Kepri Masih Aman Pasca Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi |
|
|---|
| Kuota BBM di SPBU Kepri Dievaluasi Tiap 3 Bulan, Pertamina Perketat Pengawasan Titik Rawan |
|
|---|
| Sembako di Batam Setelah Harga BBM Naik, Disperindag: Barang di Pasar Masih Stok Lama |
|
|---|
| Harga BBM Nonsubsidi Naik, SPBU di Tanjungpinang Tetap Normal, Warga Cemas Pertalite Ikut Naik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Foto-SPBU-kendaraan-mengantri-untuk-pengisian-BBM-di-SPBU-Batu-Besar-Nongsa.jpg)