KENAIKAN HARGA BBM
Kenaikan Harga BBM Jadi Sorotan BP Batam, Amsakar Achmad Pilih Bahas Internal di Level Pimpinan
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang belakangan dikeluhkan kalangan pengusaha menjadi perhatian serius Badan Pengusahaan Bata
Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang belakangan dikeluhkan kalangan pengusaha menjadi perhatian serius Badan Pengusahaan Batam.
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad memastikan persoalan tersebut segera dibahas secara khusus di tingkat pimpinan.
Berdasarkan data resmi dari situs MyPertamina, kenaikan harga BBM non subsidi paling mencolok terlihat pada Pertamax Turbo yang kini dibanderol Rp19.400 per liter, dari harga sebelumnya yang hanya Rp13.100 pada Maret lalu.
Nasib serupa menimpa pengguna mesin diesel; harga Dexlite kini meroket menjadi Rp23.600 per liter dari harga Rp14.200.
Sementara Pertamina Dex menyentuh angka Rp23.900 per liter dari sebelumnya Rp14.500.
Meski demikian, PT Pertamina (Persero) memilih untuk menahan harga BBM subsidi agar tidak mencekik masyarakat kecil.
Harga Pertalite tetap dipatok Rp10.000 per liter dan Solar subsidi bertahan di Rp6.800 per liter.
Harga BBM non subsidi jenis Pertamax juga tidak mengalami perubahan harga dan tetap berada di angka Rp12.300 per liter.
"Dalam waktu dekat kami akan membahas secara internal guna mendapatkan gambaran utuh dari berbagai sektor operasional, sebelum melibatkan pihak eksternal," ucap Amsakar Achmad, Rabu (22/4/2026).
Pembahasan pada level internal menurutnya penting untuk mendapat informasi yang utuh dari pelabuhan dan bandara.
Pendekatan ini penting agar kebijakan yang nantinya diambil benar-benar berbasis data dan kondisi riil di lapangan.
BP Batam kata Amsakar, tak ingin tergesa-gesa tanpa memahami dampak menyeluruh terhadap aktivitas industri, logistik, hingga mobilitas barang dan jasa di Batam.
Kenaikan harga BBM non-subsidi sendiri sebelumnya disoroti oleh Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Batam, Rafky Rasyid.
Rafky menyebut lonjakan harga dari sekitar Rp14.000 menjadi Rp24.000 per liter sejak 18 April 2026 telah memberi tekanan berlapis bagi dunia usaha.
Menurutnya, kondisi Batam sebagai kawasan Free Trade Zone justru membuat dampak kenaikan lebih terasa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Amsakar-Kunjungan-wisman-singapura.jpg)