Sabtu, 25 April 2026

Penemuan Jasad Bayi di Indekos Batam

Update Kematian Wanita Muda dan Bayi di Kos Batam, Polisi Bongkar Makam Keduanya

Kapolsek Batuaji, AKP Bayu Rizky Subagyo membenarkan makam wanita muda dan bayi yang meninggal di Kos Batuaji Batam dibongkar atas permintaan keluarga

|
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Dewi Haryati
TribunBatam.id/Istimewa
EKSHUMASI - Kapolsek Batuaji, AKP Bayu bersama tim forensik RS Bhayangkara Polda Kepri saat melakukan ekshumasi di TPU Sei Temiang, Rabu (22/4/2026). Ekshumasi dilakukan terhadap makam JP, wanita muda yang meninggal dunia di kos Batuaji, diduga setelah melahirkan seorang diri. Ekshumasi ini atas dasar permintaan keluarga 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kasus kematian wanita muda berinisial JP (21), dan penemuan jasad bayi di sebuah kosan di Batuaji, Batam, beberapa waktu lalu masih bergulir.

Terbaru, keluarga korban membuat laporan ke polisi terkait dugaan aborsi.

Laporan tersebut membuat polisi mengambil langkah lanjutan dengan membongkar makam korban beserta bayinya untuk dilakukan pemeriksaan terhadap jenazah, Rabu (22/4/2026).

Sebelumnya, JP ditemukan tewas diduga usai melahirkan seorang diri di kamar kosnya di Perumahan Pendawa Asri, Batuaji.

Kapolsek Batuaji, AKP Bayu Rizky Subagyo, membenarkan proses ekshumasi tersebut dilakukan setelah adanya permintaan dari pihak keluarga.

Menurutnya, keluarga yang sebelumnya menolak autopsi, kini berubah sikap dan meminta jenazah diperiksa ulang.

"Pihak keluarga sebelumnya menolak untuk diautopsi, kemarin mereka meminta untuk diautopsi. Untuk laporannya, dari pihak keluarga melaporkan dengan dugaan aborsi," ujar AKP Bayu, Kamis (23/4/2026).

Pembongkaran makam dilakukan pada Rabu sore sekira pukul 17.00 WIB.

Tak hanya jenazah korban, jasad bayi laki-laki yang sebelumnya ditemukan di lemari kamar kos JP juga ikut dibongkar.

"Dua-duanya kami lakukan ekshumasi, wanita dan bayi laki-laki tersebut. Keduanya kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani autopsi," katanya.

Usai proses autopsi selesai, jenazah korban dan bayinya kembali dimakamkan pada Kamis pagi.

"Untuk hasil autopsi belum dapat diketahui dalam waktu dekat. Kita juga masih menunggu," ujar Bayu.

Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium serta analisa dokter forensik untuk memastikan penyebab pasti kematian korban dan bayinya.

"Kalau untuk temuan baru masih dalam pendalaman. Hasilnya tidak instan, harus masuk lab dulu," tutur Kapolsek.

Sejauh ini, dari pemeriksaan awal tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan secara fisik pada tubuh korban maupun bayi.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved