Selasa, 5 Mei 2026

Iman Sutiawan Ajak Warga Jaga Persatuan, Respons Polemik Video Viral Li Claudia

Ketua DPD Gerindra Kepri Iman Sutiawan ajak masyarakat menjaga persatuan dan tidak terjebak dalam polemik terkait video Li Claudia Chandra

Tayang:
Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Dewi Haryati
Pertanian Sitanggang/TribunBatam.id/Pertanian Sitanggang
BERI TANGGAPAN - Ketua DPRD Kepri yang juga Ketua DPD Gerindra Provinsi Kepri, Iman Sutiawan, tanggapi video viral Li Claudia Chandra. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Ketua DPD Partai Gerindra Kepulauan Riau (Kepri), Iman Sutiawan, mengajak masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan tidak terjebak dalam polemik yang berkembang.

Hal ini menyusul video Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra yang viral.

Imbauan tersebut disampaikan Iman sebagai respons atas beragam tafsir publik terhadap pernyataan Li Claudia yang beredar luas di media sosial.

Iman menilai, masyarakat perlu melihat persoalan secara utuh dan tidak terburu-buru menyimpulkan hanya dari potongan video.

Menurut Iman, apa yang disampaikan Li Claudia yang merupakan politisi Gerindra itu, tidak terlepas dari kepedulian seorang pemimpin terhadap kondisi di lapangan, khususnya terkait persoalan sosial dan aktivitas yang dinilai merugikan masyarakat serta berpotensi membahayakan lingkungan.

“Pada dasarnya, Bu Li memiliki kepedulian besar terhadap Batam. Dalam situasi yang dinamis di lapangan, wajar jika seorang pemimpin berbicara tegas karena ingin melindungi ‘rumahnya’. Dan bagi beliau, Batam adalah rumah bersama yang harus dijaga,” kata Iman, baru-baru ini.

Iman juga mengingatkan pentingnya menjaga suasana kondusif di tengah keberagaman masyarakat Kota Batam.

Iman meminta para tokoh masyarakat, termasuk kaum ibu, untuk tidak memperbesar perbedaan persepsi yang dapat memicu gesekan sosial.

“Tidak ada niat merendahkan siapa pun. Masyarakat tentu bisa membedakan mana ketegasan terhadap pelanggaran hukum dan mana sikap terhadap masyarakat kecil. Jangan sampai kita saling melukai hanya karena narasi yang terpotong di media sosial,” ujarnya.

Lebih lanjut, Iman menyebut persoalan tersebut sejatinya telah disikapi secara baik dan kekeluargaan.

Iman mengatakan Li Claudia telah bertemu langsung dengan sejumlah tokoh masyarakat yang sebelumnya merasa tersinggung. Pertemuan itu berlangsung hangat dan penuh semangat persaudaraan.

“Mereka sudah duduk bersama, berbincang santai, dan saling memahami. Bahkan, ada komitmen bersama untuk terus mendukung pembangunan Batam ke depan. Artinya, persoalan ini sebenarnya sudah selesai,” kata Iman.

Ia menambahkan, komunikasi yang terbangun telah menghasilkan kesepahaman bahwa seluruh elemen masyarakat memiliki tujuan yang sama, yakni menjaga Batam tetap aman, harmonis, dan berkembang sebagai kota yang nyaman bagi semua kalangan.

“Yang terpenting sekarang adalah menjaga persatuan. Kalau ada perbedaan, selesaikan dengan dialog dan hati yang dingin,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Iman mengajak masyarakat untuk tidak larut dalam narasi yang berpotensi memecah belah, melainkan fokus pada upaya bersama membangun dan merawat kerukunan di Kota Batam.

“Batam dibangun dengan semangat kebersamaan. Mari kita jaga kota ini dengan hati, dengan kasih sayang, dan dengan cara-cara yang menenangkan, bukan memperkeruh keadaan,” kata Iman.

Tak Ada Maksud Buruk

Sebelumnya diberitakan, Wakil Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Li Claudia Chandra angkat bicara atas video teguran terhadap warga yang mengambil pasir di saluran drainase di kawasan pinggir jalan menuju Bandara Hang Nadim.

Ia menegaskan tindakannya bukan bermaksud memarahi atau menyudutkan warga. 

Wakil Walikota Batam itu menyebut, teguran tersebut murni bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kondisi lingkungan sekitar.

“Sudah kami sampaikan sebelumnya, kalau digali seperti itu berbahaya. Bisa terjadi pergeseran tanah, jalan retak, dan akhirnya merugikan kita semua,” ucap politisi Partai Gerindra itu.

Li Claudia Chandra mengungkap saat ditemukan warga juga sedang mengambil pasir di pinggir jalan yang merupakan pohon dan bunga yang baru ditanam.

“Di sana ada emak-emak punya pohon dan bunga Bougenville," sebutnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan keamanan di Kota Batam.

“Mari kita jaga lingkungan dan keamanan kota Batam yang kita cintai,”  sebutnya.

Sementara itu, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, turut merespons dinamika yang berkembang di tengah masyarakat. 

Ia mengingatkan agar masyarakat dan media tidak membangun narasi yang kontra produktif.

Menurut Amsakar, berbagai langkah yang dilakukan pemerintah daerah saat ini bertujuan untuk penataan administrasi serta pengendalian pertumbuhan penduduk di Batam.

“Jangan selalu membangun narasi yang kontra produktif,” ujarnya.

Amsakar juga menjelaskan, Batam saat ini menjadi salah satu daerah dengan tingkat migrasi yang cukup tinggi. 

Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), jumlah pendatang ke Batam mencapai sekitar 17 ribu jiwa.

Tingginya arus masuk penduduk tersebut, lanjutnya, membawa berbagai konsekuensi, mulai dari tekanan terhadap infrastruktur, pelayanan publik, hingga persoalan lingkungan seperti pengelolaan sampah.

“Efeknya pasti banyak, mulai dari listrik, sampah hingga pelayanan, semuanya akan terpengaruh,” jelasnya.

Pemerintah, kata Amsakar, kini tengah melakukan pendataan serta pembenahan administrasi kependudukan secara menyeluruh. 

Mempercayakan mempercayakan peran tersebut kepada Wakil Wali Kota sebagai bagian dari upaya merumuskan kebijakan yang lebih tepat ke depan.

Amsakar juga mengajak seluruh masyarakat untuk memandang Batam sebagai rumah bersama yang harus dijaga.

Berbagai langkah yang dilakukan pemerintah bukan untuk mengusir warga, melainkan sebagai bentuk pembinaan sosial dan penataan kota agar tetap kondusif di tengah pesatnya pertumbuhan penduduk.

“Ini semua demi menjaga Batam tetap nyaman dan tertata,” tutupnya. (Tribunbatam.id/Pertanian Sitanggang)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved