BP BATAM
Puluhan Pohon Jati Emas Program Batam Green 2022 Dirusak OTK, BP Batam Prihatin
Aksi perusakan lingkungan terjadi di jalur utama Batam. Puluhan batang pohon jati emas yang ditanam di sepanjang Jalan Sudirman, dirusak OTK
Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Dewi Haryati
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Aksi perusakan lingkungan terjadi di jalur utama Kota Batam.
Puluhan batang pohon jati emas yang ditanam di sepanjang Jalan Sudirman, tepatnya dari Simpang Legenda menuju Bandara Internasional Hang Nadim, dilaporkan dipotong oleh orang tidak dikenal (OTK).
Pihak BP Batam mengaku baru menerima informasi tersebut dan langsung menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan pengecekan.
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan pihaknya sangat menyayangkan kejadian tersebut.
“Kami baru mengetahui informasi ini dan saat ini tim pertamanan sudah turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Ariastuty mengaku prihatin, mengingat kondisi pohon jati emas yang sebelumnya sudah tumbuh dengan baik dan mulai memperindah kawasan jalan protokol tersebut.
“Kami sangat sedih melihat kejadian ini. Pohon-pohon itu sudah mulai tumbuh bagus dan memberikan keindahan di sepanjang jalan,” kata Ariastuty.
Ariastuty juga mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas penghijauan yang telah dibangun, bukan justru merusaknya.
Hingga kini, BP Batam masih melakukan pendataan jumlah pohon yang dirusak serta menelusuri pelaku pemotongan.
Diketahui, pohon jati emas tersebut merupakan bagian dari program penghijauan besar yang digagas BP Batam melalui Batam Green 2022.
Dalam program tahap pertama, sebanyak 12.000 pohon ditanam di sepanjang jalur menuju Bandara Internasional Hang Nadim.
Program ini dipimpin langsung oleh Kepala BP Batam saat itu, Muhammad Rudi, bersama organisasi perangkat daerah serta 43 perusahaan di Batam pada 24 Agustus 2022.
Penanaman dilakukan di sejumlah titik strategis, dimulai dari kawasan Dataran Dang Anom hingga sepanjang ruas jalan utama dari Simpang Fly Over Laluan Madani menuju simpang bandara, dengan total panjang mencapai sekitar 15 kilometer.
Rudi sebelumnya menegaskan, program penghijauan ini bertujuan menjadikan Batam sebagai kota modern yang tetap ramah lingkungan, sekaligus meningkatkan daya tarik investasi dan pariwisata.
“Jalur ini merupakan pintu masuk utama wisatawan dari bandara menuju berbagai destinasi di Batam. Karena itu, kita ingin memberikan kesan kota yang hijau dan tertata,” ujarnya.
Rudi juga kala itu menekankan program tersebut tidak menggunakan dana APBD, APBN, maupun PNBP.
Seluruh kegiatan merupakan hasil kolaborasi melalui dana tanggung jawab sosial (CSR) dari perusahaan, perbankan, dan yayasan di Batam. (Tribunbatam.id/Pertanian Sitanggang).
| BP Batam Gandeng Kejati Kepri Perkuat Penanganan Masalah Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara |
|
|---|
| Li Claudia Tegaskan Tidak Ada Toleransi untuk Pelaku Perusakan Lingkungan di Batam |
|
|---|
| Investasi Batam Triwulan I 2026 Tembus Rp17,4 Triliun, PMA dan PMDN Tumbuh Seimbang |
|
|---|
| Tim Terpadu Kota Batam Tertibkan Bangunan Ilegal di Kelurahan Sei Binti, Sagulung |
|
|---|
| Setelah Beberapa Hari Pengerjaan, Akhirnya Jalan Vista Sudah Bisa Dilewati Kembali |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Jati-emas-dipotong.jpg)