Rabu, 13 Mei 2026

SINDIKAT JUDOL INTERNASIONAL DI BATAM

Ruko di Taman Niaga Batam Jadi Markas Judol Internasional, Warga Kira Tak Ada Penghuni

Ruko tiga lantai itu dipasangi kamera cctv diberbagai sudut. Beberapa kendaraan terparkir di sekitar lokasi, aktivitas warga tampak berjalan.

Tayang:
TribunBatam.id/Beres Lumbantobing
JUDI ONLINE INTERNASIONAL DI BATAM - Lokasi pertokoan ruko Taman Niaga Blok M nomor 8-10, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terpasang garis polisi, Selasa (12/5/2026). Polisi meringkus puluhan WNA dari ruko yang terletak di pusat kota itu. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Suasana di Pertokoan Komplek Taman Niaga Blok M nomor 8 hingga 10 di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mendadak menjadi perhatian warga setelah polisi memasang garis polisi di deretan ruko tersebut.

Bangunan bercat putih yang selama ini terlihat tertutup dan nyaris tanpa aktivitas itu kini diketahui menjadi lokasi pengungkapan kasus dugaan judi online oleh Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Kepri, Senin (11/5).

Pantauan di lokasi, Selasa, (12/5/2026) seluruh pintu ruko dalam kondisi tertutup rapat dengan garis polisi membentang di bagian depan bangunan. 

Ruko tiga lantai itu tampak dipasangi kamera CCTv di berbagai sudut.

Beberapa kendaraan terparkir di sekitar lokasi, sementara aktivitas warga tampak berjalan seperti biasa.

Penggerebekan ruko di Batam itu sempat mengejutkan warga sekitar, karena selama ini bangunan itu nyaris tak menunjukkan aktivitas mencurigakan.

“Jarang sekali lihat orang keluar masuk. Bahkan seperti tidak ada penghuni,” ungkap Rio, salah seorang pekerja bengkel tepat di samping ruko yang terpasang garis polisi. 

Rio mengaku sudah lama bekerja di bengkel mobil itu, namun sepengetahuan dirinya ruko itu sudah lama tak ada penghuni.

Ia justru mengaku kaget ada penangkapan puluhan WNA di ruko tersebut. 

"Saya dan kawan-kawan di sini justru mengira ruko ini tak ada penghuni. Karena sudah lama sepi dan kosong. Tapi ternyata ada orang di dalam, kagetnya juga. Pagi pagi tadi lihat sudah ada garis polisi," ungkapnya.

Warga lain juga mengaku tidak pernah melihat aktivitas usaha ataupun keramaian di dalam ruko tersebut.

Kondisi bangunan yang selalu tertutup membuat keberadaan aktivitas di dalamnya tidak menimbulkan kecurigaan.

“Kalau siang biasanya sepi. Pintu selalu tertutup. Kami kira memang kosong,” kata warga lainnya.

Catatan TribunBatam.id, bangunan ruko tersebut beberapa tahun lalu juga menjadi tempat penggrebekan tim gabungan aparat penegak hukum.

Puluhan WNA diamankan dari lokasi lantaran terlibat kejahatan love scamming. (TribunBatam.id/Bereslumbantobing)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved