DRIVER OJOL TEWAS BERSAMA IBU
Kondisi Lokasi Kecelakaan Maut di Batam, Warga Soroti Jalan Sempit dan Pertigaan Sibuk
Dua hari pascakecelakaan maut yang menewaskan driver ojek online Dewa Andika Pratama (26) dan ibunya, kondisi di Jalan S. Parman
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Dua hari setelah kecelakaan maut di Batam yang menewaskan driver ojek online, Dewa Andika Pratama (26) dan Sri Hartini, ibunya, kondisi di Jalan S. Parman tepatnya kawasan Simpang Bagan, pintu 4 Mukakuning, Kecamatan Sungai Beduk tampak kembali normal.
Tidak terlihat lagi sketsa olah tempat kejadian perkara (TKP) bekas kecelakaan maut di Batam yang sebelumnya dibuat polisi.
Bekas serpihan kendaraan pun sudah tidak tampak berserakan di sekitar lokasi kecelakaan di Batam itu.
Arus lalu lintas dari arah Tanjung Piayu menuju Panbil maupun sebaliknya terlihat berjalan seperti biasa.
Namun di balik normalnya aktivitas kendaraan, warga sekitar menyebut kawasan tersebut sebenarnya merupakan salah satu titik yang rawan lakalantas di Batam.
Seorang pedagang di sekitar lokasi yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kondisi jalan dan pertemuan arus kendaraan membuat kawasan itu cukup padat, terutama pada jam sibuk.
Baca juga: Tak Harus Sedarah untuk Saudara di Pemakaman Driver Online dan Ibu Korban Kecelakaan Maut di Batam
"Memang di sini rawan ya, karena jalannya belum lebar. Satu jalan dipakai dua jalur. Tapi yang paling parah ini sih ada yang sampai meninggal, kadang senggolan aja motor sama motor atau mobil gitu," ujarnya saat ditemui di sekitar lokasi, Minggu (17/5/2026).
Menurutnya, pergerakan kendaraan di simpang tersebut cukup kompleks, apalagi di jam-jam sibuk berangkat kerja dan pulang kerja.
"Dari arah Piayu ada yang mau ke pintu 4, dari pintu 4 mau ke Piayu, dari Panbil juga bisa ke Piayu atau ke pintu 4. Jadi satu pertigaan sibuk sebenarnya di sini," katanya.
Meski berada di sekitar lokasi, pedagang itu mengaku tidak menyaksikan langsung kecelakaan maut di Batam yang terjadi pada Jumat (15/5/2026) pagi lalu karena baru membuka lapak pada siang hari.
Selain kondisi simpang yang padat, ruas Jalan S. Parman juga terlihat memiliki sejumlah titik jalan berlubang.
Beberapa lubang memang telah ditambal, namun kondisi permukaan jalan dinilai belum rata dan memiliki kontur yang tidak simetris dengan badan jalan sekitarnya.
Selain itu saat malam hari penerangan lampu jalan juga perlu adanya peremajaan, pasalnya banyak lampu yang menyala redup bahkan mati total saat malam hari.
Kondisi ini juga dikhawatirkan dapat menimbulkan tindak kejahatan maupun lakalantas karena jalan yang gelap.
Seperti diketahui, kecelakaan maut di lokasi tersebut terjadi pada Jumat (15/5/2026) pagi dan melibatkan tiga kendaraan yakni sebuah truk Toyota Dyna serta dua sepeda motor Honda Beat.
Dalam insiden itu, Dewa Andika dan ibunya, Sri Hartini, meninggal dunia.
Satlantas Polresta Barelang hingga kini masih melakukan penanganan lebih lanjut terkait kasus tersebut. (TribunBatam.id/Ucik Suwaibah)
lakalantas di Kepri
Lakalantas maut
Lakalantas di Batam
ojol kecelakaan
Multiangle
Batam
breaking news
Kecelakaan Maut di Batam
driver online di Batam
| Tak Harus Sedarah untuk Saudara di Pemakaman Driver Online dan Ibu Korban Kecelakaan Maut di Batam |
|
|---|
| Sosok Dewa dan Ibunya Korban Kecelakaan Maut di Batam di Mata Tetangga, Dikenal Baik dan Ramah |
|
|---|
| Tujuh Fakta Kecelakaan Maut di Batam Renggut Nyawa Dewa dan Ibunya di Sei Beduk |
|
|---|
| Kisah Haru Dewa dan Ibunya Korban Kecelakaan di Batam, Warga Dobrak Pintu Rumah untuk Antar Jenazah |
|
|---|
| Nasib Sopir Maut yang Tewaskan Dewa dan Ibunya di Batam, Kini Diperiksa Polisi Usai Tabrak 2 Motor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Tkp-lakalantas-di-Simp-Bagan4.jpg)