Senin, 18 Mei 2026

DRIVER OJOL TEWAS BERSAMA IBU

Kondisi Lokasi Kecelakaan Maut di Batam, Warga Soroti Jalan Sempit dan Pertigaan Sibuk

Dua hari pascakecelakaan maut yang menewaskan driver ojek online Dewa Andika Pratama (26) dan ibunya, kondisi di Jalan S. Parman

Tayang:
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Ucik Suwaibah
KECELAKAAN MAUT DI BATAM - Kondisi terkini lokasi kecelakaan lalulintas di Simpang Bagan, Pintu 4 Mukakuning, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang menewaskan driver online dan ibunya saat berangkat kerja, Minggu (17/5/2026). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Dua hari setelah kecelakaan maut di Batam yang menewaskan driver ojek online, Dewa Andika Pratama (26) dan Sri Hartini, ibunya, kondisi di Jalan S. Parman tepatnya kawasan Simpang Bagan, pintu 4 Mukakuning, Kecamatan Sungai Beduk tampak kembali normal.

Tidak terlihat lagi sketsa olah tempat kejadian perkara (TKP) bekas kecelakaan maut di Batam yang sebelumnya dibuat polisi. 

Bekas serpihan kendaraan pun sudah tidak tampak berserakan di sekitar lokasi kecelakaan di Batam itu.

Arus lalu lintas dari arah Tanjung Piayu menuju Panbil maupun sebaliknya terlihat berjalan seperti biasa.

Namun di balik normalnya aktivitas kendaraan, warga sekitar menyebut kawasan tersebut sebenarnya merupakan salah satu titik yang rawan lakalantas di Batam.

Seorang pedagang di sekitar lokasi yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kondisi jalan dan pertemuan arus kendaraan membuat kawasan itu cukup padat, terutama pada jam sibuk.

Baca juga: Tak Harus Sedarah untuk Saudara di Pemakaman Driver Online dan Ibu Korban Kecelakaan Maut di Batam

"Memang di sini rawan ya, karena jalannya belum lebar. Satu jalan dipakai dua jalur. Tapi yang paling parah ini sih ada yang sampai meninggal, kadang senggolan aja motor sama motor atau mobil gitu," ujarnya saat ditemui di sekitar lokasi, Minggu (17/5/2026).

Menurutnya, pergerakan kendaraan di simpang tersebut cukup kompleks, apalagi di jam-jam sibuk berangkat kerja dan pulang kerja.

"Dari arah Piayu ada yang mau ke pintu 4, dari pintu 4 mau ke Piayu, dari Panbil juga bisa ke Piayu atau ke pintu 4. Jadi satu pertigaan sibuk sebenarnya di sini," katanya.

Meski berada di sekitar lokasi, pedagang itu mengaku tidak menyaksikan langsung kecelakaan maut di Batam yang terjadi pada Jumat (15/5/2026) pagi lalu karena baru membuka lapak pada siang hari.

Selain kondisi simpang yang padat, ruas Jalan S. Parman juga terlihat memiliki sejumlah titik jalan berlubang.

Beberapa lubang memang telah ditambal, namun kondisi permukaan jalan dinilai belum rata dan memiliki kontur yang tidak simetris dengan badan jalan sekitarnya.

Selain itu saat malam hari penerangan lampu jalan juga perlu adanya peremajaan, pasalnya banyak lampu yang menyala redup bahkan mati total saat malam hari.

Kondisi ini juga dikhawatirkan dapat menimbulkan tindak kejahatan maupun lakalantas karena jalan yang gelap.

Seperti diketahui, kecelakaan maut di lokasi tersebut terjadi pada Jumat (15/5/2026) pagi dan melibatkan tiga kendaraan yakni sebuah truk Toyota Dyna serta dua sepeda motor Honda Beat. 

Dalam insiden itu, Dewa Andika dan ibunya, Sri Hartini, meninggal dunia. 

Satlantas Polresta Barelang hingga kini masih melakukan penanganan lebih lanjut terkait kasus tersebut. (TribunBatam.id/Ucik Suwaibah)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved