Selasa, 2 Juni 2026

Polda Kepri

Ancaman Kejahatan Siber Mengintai, Polda Kepri Perkuat Sistem Digital dan Sumber Daya Manusia

hampir seluruh pelayanan kini bergantung pada sistem digital, mulai dari penerbitan SIM, SKCK, laporan masyarakat hingga aplikasi internal

Tayang:
Dok Polda Kepri
POLDA KEPRI - Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Safrudin, S.I.K., M.H saat rapat kerja teknis (rakernis) bidang TIK dalam memperkuat benteng siber Polda di aGlow Harbourbay Hotel, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (26/5/2026). 

TRIBUNBATAM.id, KEPRI - Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) memperkuat benteng pertahanan digital untuk menghadapi ancaman kejahatan siber yang kian mengkhawatirkan. 

Lewat Rakernis Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Bid TIK) yang digelar di aGlow Hotel Harbourbay Hotel, Selasa (26/5). Polda Kepri menggandeng sejumlah perusahaan teknologi informasi yang menjadi mitra strategis Polri.

Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Safrudin, S.I.K., M.H menegaskan, perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam sistem pelayanan kepolisian.

Namun di balik kemajuan tersebut, ancaman serangan siber juga semakin nyata dan berpotensi melumpuhkan sistem pelayanan publik.

“Serangan siber saat ini bukan lagi ancaman biasa. Jika sistem digital Polri diserang, pelayanan kepada masyarakat bisa terganggu, data penting dapat bocor, bahkan keamanan organisasi bisa terdampak,” tegas Asep Safrudin.

Menurutnya, hampir seluruh pelayanan kepolisian kini bergantung pada sistem digital.

Mulai dari penerbitan SIM, SKCK, laporan masyarakat hingga aplikasi internal kepolisian. Kondisi itu membuat keamanan jaringan dan sistem informasi menjadi prioritas utama yang tidak bisa diabaikan.

Kapolda Kepri mengungkapkan, berbagai bentuk kejahatan siber seperti:

  • peretasan sistem
  • pencurian data pribadi
  • penyebaran malware
  • phishing hingga
  • ransomware menjadi ancaman serius yang harus diantisipasi sejak dini.

Karena itu, Polri membutuhkan personel yang memiliki kemampuan khusus di bidang teknologi informasi dan cyber security.

“Kita membutuhkan SDM yang memahami sistem jaringan, keamanan digital, mitigasi serangan siber hingga pemulihan sistem ketika terjadi gangguan. Ke depan, perang bukan hanya di lapangan, tetapi juga di ruang digital,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia digital melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan.

Selain itu, personel yang memiliki kemampuan IT diharapkan ditempatkan sesuai kompetensi agar dapat mendukung transformasi digital Polri secara maksimal. (TribunBatam.id/Bereslumbantobing)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved