Polda Kepri
Baharkam Polri Datangi Polda Kepri, Atensi Pengamanan Perairan Selat Malaka
Kurniawan menekankan penguatan fungsi Baharkam harus benar-benar menyentuh aspek operasional di lapangan, khususnya di wilayah pesisir.
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, BATAM – Dominasi wilayah laut di Kepri serta pengamanan perairan Selat Malaka menjadi perhatian utama dalam kunjungan Tim Supervisi Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam Polri) ke Polda Kepri, Rabu (22/4/2026).
Baharkam mengevaluasi fungsi Harkamtibmas dalam penguatan pengamanan perairan, terutama di jalur strategis Selat Malaka yang merupakan salah satu urat nadi perdagangan dunia.
Kegiatan berlangsung di Rupatama Polda Kepri ini dipimpin langsung Kakorpolairud Baharkam Polri.
Kakorpolairud Baharkam Polri Irjen Pol. Raden Firdaus Kurniawan menekankan penguatan fungsi Baharkam harus benar-benar menyentuh aspek operasional di lapangan, khususnya di wilayah pesisir dan laut.
“Polairud harus mampu menjadi kekuatan utama dalam menjaga keamanan perairan. Kehadiran polisi di laut harus dirasakan langsung oleh masyarakat pesisir, nelayan, hingga pelaku usaha maritim,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kesiapan armada patroli dan alat material khusus (alsus) dalam mendukung operasi di laut yang memiliki tantangan tersendiri.
Seperti kondisi cuaca ekstrem dan luasnya wilayah pengawasan. Selain itu, pendekatan berbasis analisis potensi gangguan di jalur pelayaran internasional menjadi bagian penting dalam strategi pengamanan.
Terdapat Lima Fokus Utama Dalam Supervisi Bahakam Polri, yakni:
- Penguatan manajemen operasional
- Peningkatan kompetensi personel termasuk kemampuan patroli laut
- Optimalisasi sarana prasarana
- Implementasi program Polisi Penolong, serta
- Evaluasi terbuka terhadap kendala di lapangan.
Dalam kegiatan itu, rombongan memeriksa kesiapan kendaraan operasional dan alsus milik satuan kerja di Polda Kepri.
Pemeriksaan ini memastikan seluruh peralatan, termasuk yang mendukung operasi di wilayah perairan, berada dalam kondisi siap pakai.
Kapolda Kepri menegaskan karakter wilayah Kepri yang mencapai 96 persen lautan menjadikan keamanan perairan sebagai prioritas utama.
Letak geografis yang berbatasan langsung dengan negara tetangga serta berada di jalur pelayaran internasional menjadikan potensi kerawanan di laut jauh lebih kompleks dibanding daratan.
“Stabilitas keamanan di laut adalah kunci. Selat Malaka bukan hanya jalur pelayaran, tetapi jalur strategis ekonomi global. Gangguan sekecil apa pun di perairan bisa berdampak luas, termasuk terhadap iklim investasi,” tegasnya.
Ia menambahkan, berbagai potensi ancaman di wilayah perairan seperti:
- Penyelundupan
- Illegal fishing, hingga
- kejahatan lintas negara
Sejumlah potensi ancaman itu membutuhkan kehadiran aktif Polairud sebagai garda terdepan.
Patroli rutin, pengawasan perbatasan laut, serta sinergi dengan instansi terkait menjadi langkah penting dalam menjaga kedaulatan wilayah. (TribunBatam.id/Bereslumbantobing)
| Cukup Scan QR, 15 Aduan Kejahatan Polisi Masuk ke Propam Kepri, Kebanyakan Kasus Asusila |
|
|---|
| Kapolda Hingga PJU Jalani Tes Urine, Propam Tegaskan Komitmen Bersihkan Internal Dari Narkoba |
|
|---|
| Whip Pink Viral di Medsos, Polda Kepri Ingatkan Bahaya Penyalahgunaan, Sebut Belum Ada Penindakan |
|
|---|
| Polda Kepri Belum Punya Direktorat PPA-PPO, Kabid Humas: Sudah Pengajuan dan Bentuk Pokja |
|
|---|
| Polwan Polda Kepri Punya Mobil Listrik Untuk Patroli Diseluruh Wilayah Rawan di Batam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Kakorpolairud-Baharkam-Irjen-Pol-Raden-Firdaus-dan-Kapolda-cek-perlengkapan-peralatan-Polda.jpg)