10 Tahun Mengabdi, RSSD Batam Siapkan Layanan Unggulan dan Alat Medis Canggih
RSSD Batam merayakan hari jadinya yang ke-10 dengan penuh suka cita di Aula Lantai I gedung rumah sakit, Rabu (10/6/2026).
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, BATAM – Rumah Sakit Soedarsono Darmosoewito (RSSD) Batam merayakan hari jadinya yang ke-10 dengan penuh suka cita di Aula Lantai I gedung rumah sakit, Rabu (10/6/2026).
Mengusung tema "10 Tahun Mengabdi dan Berinovasi untuk Kesehatan Anda", perayaan berlangsung meriah dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari pemotongan tumpeng, penampilan paduan suara karyawan, hingga pemberian penghargaan kepada pegawai yang telah mengabdi selama satu dekade.
Suasana aula tampak semarak dengan dekorasi balon dan ornamen perayaan yang menghiasi ruangan.
Momen tersebut menjadi ajang refleksi perjalanan RSSD yang telah melayani masyarakat Batam selama 10 tahun terakhir, termasuk menghadapi masa-masa sulit saat pandemi Covid-19 melanda.
Pendiri RSSD, Sri Soedarsono, mengenang perjalanan rumah sakit yang tidak selalu mudah. Menurutnya, pandemi Covid-19 sempat menjadi ujian berat bagi dunia kesehatan, termasuk bagi RSSD.
"Baru tiga tahun berjalan, Covid-19 datang dan menghantam semua sektor kehidupan masyarakat. Namun kami memilih untuk tetap bertahan dan terus memperbaiki pelayanan yang terbaik bagi masyarakat," ujarnya di hadapan seluruh karyawan rumah sakit.
Memasuki usia satu dekade, RSSD tidak hanya merayakan pencapaian, tetapi juga menyiapkan langkah besar untuk pengembangan layanan kesehatan.
Sri Soedarsono mengungkapkan rumah sakit yang selama ini dikenal sebagai rujukan penanganan korban kecelakaan lalu lintas tersebut tengah mempersiapkan sejumlah fasilitas dan peralatan medis modern yang belum banyak tersedia di Batam.
Salah satu yang menjadi fokus pengembangan adalah pengadaan alat CT Scan terbaru dan sejumlah perangkat medis berteknologi tinggi yang ditargetkan mulai beroperasi paling lambat Oktober 2026.
"Kami sedang membenahi perlengkapan rumah sakit. Alat-alat canggih sedang dalam proses pengadaan. Mudah-mudahan paling lambat Oktober sudah masuk dan bisa digunakan untuk pelayanan masyarakat," katanya.
Menurutnya, pengadaan alat kesehatan tersebut membutuhkan investasi besar. Namun langkah itu tetap dilakukan demi meningkatkan kualitas pelayanan medis bagi masyarakat Batam dan Kepri.
"Nilainya tidak murah, bisa mencapai miliaran rupiah. Tetapi mau tidak mau harus kami lakukan agar pelayanan kesehatan semakin lengkap dan masyarakat tidak perlu dirujuk ke luar daerah," ujarnya.
Pengembangan layanan RSSD juga diarahkan untuk menjawab kebutuhan kawasan industri yang terus berkembang di Batam.
Sri Soedarsono menyebut rumah sakit yang berada di kawasan strategis itu nantinya akan menjadi salah satu pusat layanan kesehatan bagi para pekerja industri, khususnya di wilayah Kabil, Batuaji, Tanjunguncang, hingga Batam bagian utara.
Selain melayani pekerja, fasilitas tersebut juga terbuka untuk masyarakat umum yang membutuhkan layanan kesehatan dengan peralatan medis yang lebih lengkap.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Sri-Soedarsono-memberikan-motivasi-semangat-kepada-seluruh-karyawan-pada-perayaan-HUT-ke-10.jpg)