Senin, 20 April 2026

Lingga Terkini

46 Pekerja SPPG Siapkan 3 Ribu Lebih MBG Setiap Harinya di Singkep Lingga 

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai disalurkan perdana kepada pelajar di wilayah Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, Senin (29/9/2025).

Penulis: Febriyuanda | Editor: Eko Setiawan
Tribunbatam.id/Febriyuanda
SPPG DI LINGGA - Potret pekerja dapur SPPG di Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, Senin (29/9/2025). 

TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai disalurkan perdana kepada pelajar di wilayah Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, Senin (29/9/2025).

Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Bukit Kapitan, Kelurahan Dabo Lama, beroperasi lancar.

Menurut informasi yang dihimpun, tahap awal, dapur gizi menargetkan distribusi untuk 3.131 siswa dari jenjang TK hingga SMA.

Jumlah penerima akan bertambah menjadi 3.776 siswa pada pekan ketiga dan keempat.

Kepala Dapur SPPG Dabo Singkep, Irdian Haryadi, ada 46 pekerja yang bekerja setiap harinya, untuk pemenuhan program Presiden RI ini.

Program ini dikelola bersama Yayasan Lintas Bangsa dengan dukungan 46 tenaga tersebut, untuk memastikan kualitas gizi sesuai standar.

Mulai dari packing, penyucian ompreng, hingga memastikan keamanan dan kebersihan, hingga pemenuhan nutrisi MBG.

Pihaknya menggunakan empat kendaraan box roda tiga untuk mendistribusikan MBG ke seluruh sekolah di Singkep.

"Alhamdulillah, empat kaisar tercover untuk distribusinya," tutur Haryadi.

Distribusi MBG di Singkep Lingga
DISTRIBUSI MBG - Potret kendaraan box roda tiga yang melakukan distribusi MBG di wilayah Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, Senin (29/9/2025).

Ia menerangkan, dengan pengoperasian dapur perdana, tentu memiliki beberapa kendala yang harus dihadapi.

Namun, hal tersebut bisa teratasi dengan baik, hingga makanan bisa sampai dengan selamat dan dinikmati siswa.

Ia memastikan, tidak ada hambatan yang berarti dalam proses penyaluran MBG ke para siswa.

"Pihak dapur SPPG siap bertanggung jawab bila ada masalah yang timbul dari MBG," tegasnya.

Tentu, hal itu melalui komunikasi yang baik dengan pihak sekolah.

Program MBG ini pun menjadi lapangan kerja baru bagi warga.

Ia menyebutkan, bahwa upah kebanyakan dibayar sesuai UMK yang ditelah ditetapkan, sesuai dengan standar pusat.

Hariyadi mengakui tidak semua pekerja menerima gaji setara UMK.

Ada sebagian pula yang mendapat upah di bawah standar karena mengikuti ketentuan pusat.

"Untuk BPJS ketenagakerjaan juga kami telah disiapkan," imbuhnya. (Tribunbatam.id/Febriyuanda)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved