Selasa, 14 April 2026

Warga Pulau Lalang Lingga Masih Harus Bersabar, Belum Ada Kabar Baik dari PLN Soal Listrik

Warga Pulau Lalang, Kecamatan Singkep Selatan, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, masih harus sabar menunggu aliran listrik PLN.

Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
Istimewa untuk Tribunbatam.id
TANPA LISTRIK - Potret rumah warga di Pulau Lalang, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, tanpa listrik saat malam hari. Pelajar kerjakan tugas sekolah dalam gelap-gelapan. Listrik PLN belum masuk hingga 2025. 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Warga Pulau Lalang, Kecamatan Singkep Selatan, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), masih harus sabar menunggu aliran listrik PLN.

Warga masih menunggu kepastian masuknya listrik PLN yang direncanakan tahun ini.

Sebagai informasi, Pulau Lalang menjadi satu-satunya desa induk di Provinsi Kepri yang belum dialiri listrik PLN.

Wilayah di Kabupaten Lingga ini mengandalkan mesin desa, yang hanya menyala selama 5 jam.

Baca juga: Nasib Listrik di Pulau Lalang Lingga, PLN Sebut Mesin Sudah Diperbaiki, Tunggu Relokasi

Sebelumnya, pihak PLN merencanakan mesin tersebut bisa masuk pada Agustus 2025. Namun tertunda karena mesin yang rusak.

Kemudian, PLN menargetkan September dan Oktober mesin tersebut bisa direlokasi ke Pulau Lalang usai perbaikan.

Namun, belum ada kabar baik yang disampaikan pihak PLN terkait masuknya mesin dan jalannya listrik tersebut.

"Terkait penyediaan mesin saya sedang berkoordinasi. Tahap ini kami proses pengurusan lahan hibah dari masyarakat untuk lokasi PLTD ke ATR-BPN," ungkap Manajer PLN ULP Dabo Singkep, Suheri, kepada Tribunbatam.id, baru-baru ini.

"Hibah dari desanya sudah diberikan, tinggal proses validasi status tanah hibah tersebut," imbuhnya.

Ia menjelaskan, proses administrasi tersebut masih berlangsung. Pihaknya kini belum bisa memastikan kapan listrik ke Pulau Lalang bisa masuk.

Meski begitu, dia menyebutkan bahwa proses relokasi mesin bisa berjalan cepat, jika administrasi tersebut telah selesai.

"Belum bisa prediksi untuk kami (listrik menyala di Pulau Lalang-red). Kami bisa prediksi jika sudah dapat salinan kontrak relokasinya. Tapi, kami terus follow up untuk disegerakan," ujar Suheri.

Saat ini, Pulau Lalang masih menggunakan mesin desa yang nyala cuma malam hari selama lima jam.

Sebelumnya, mesin desa ini juga sempat rusak, yang membuat warga di malam hari berada di dalam kegelapan, dan hanya menggunakan lampu pelita. (Tribunbatam.id/Febriyuanda)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved