Warga Desa Belungkur di Lingga Resah sudah Sebulan Sinyal Telekomunikasi Hilang
Warga Desa Belungkur, Kecamatan Lingga Timur, Lingga, Kepri dibuat resah akibat hilangnya jaringan telekomunikasi. Kondisi ini sudah sebelum dihadapi
Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Warga Desa Belungkur, Kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), dibuat resah akibat hilangnya jaringan telekomunikasi dalam sebulan terakhir.
Kondisi ini sangat mengganggu aktivitas masyarakat, baik untuk kebutuhan komunikasi sehari-hari maupun pelayanan pemerintahan desa.
Hilangnya sinyal dialami oleh dua provider besar, yakni Telkomsel yang sudah tidak berfungsi selama sekitar satu bulan, serta jaringan XL yang bahkan telah hilang dua pekan.
Akibatnya, warga kesulitan mengakses layanan digital, mulai dari komunikasi keluarga hingga pekerjaan berbasis daring.
Kepala Desa Belungkur, Aref Rafandi, mengungkapkan keresahan masyarakat terus meningkat, seiring belum adanya perbaikan jaringan hingga saat ini.
Ia menyebut, untuk sekadar mengisi pulsa atau mengirim laporan pekerjaan, warga harus pergi ke luar desa.
“Sejak sinyal hilang, masyarakat merasa sangat resah. Kalau mau isi pulsa, kerja online, bahkan urusan kantor desa, kami terpaksa harus pergi ke pelabuhan untuk mencari jaringan,” ujar Aref Rafandi kepada Tribunbatam.id, Senin (22/12/2025).
Menurutnya, ketiadaan sinyal juga berdampak langsung terhadap pelayanan administrasi di kantor desa.
Sejumlah pekerjaan yang membutuhkan akses internet terpaksa tertunda atau dilakukan di luar wilayah desa.
Meski keluhan sudah berlangsung cukup lama, hingga kini belum terlihat adanya upaya perbaikan tower di wilayah yang berada di ujung timur Pulau Lingga tersebut.
Aref menyebut, kondisi geografis Desa Belungkur yang berada di wilayah ujung Pulau Lingga, seharusnya menjadi perhatian khusus.
“Saya sudah lama mengusulkan agar dibangun tower Telkomsel induk, karena Belungkur ini merupakan daerah paling terujung di Kabupaten Lingga,” katanya.
Ia juga mengaku telah berulang kali menyampaikan usulan tersebut, baik kepada pihak Telkomsel di Batam maupun kepada Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepri.
Namun hingga saat ini, belum ada respons atau tindak lanjut yang jelas.
“Kami sudah menyurati dan mengusulkan ke Telkomsel dan juga ke Kominfo Provinsi Kepri, tapi sampai sekarang belum ada tanggapan,” tutupnya.
Ia berharap pemerintah dan pihak provider segera turun tangan agar jaringan telekomunikasi kembali normal, mengingat akses sinyal menjadi kebutuhan penting bagi masyarakatnya. (Tribunbatam.id/Febriyuanda)
| Distribusi Pertalite Diawasi Ketat, Pemkec Lingga Tegaskan Penyalur Dilarang Jual di Atas HET |
|
|---|
| Langkah Kecil Jaga Alam, Pelajar SMA Lingga Punguti Sampah di Pantai Pulau Benan |
|
|---|
| 66 Pelajar Lingga Ikuti Seleksi Paskibraka Menuju Tingkat Kabupaten Hingga Provinsi Kepri |
|
|---|
| Polindes Tanjung Lipat di Lingga Sudah Lama Tak Berfungsi Karena Tak Ada Tenaga Kesehatan |
|
|---|
| Semarak Hari Kartini di SMAN 1 Lingga, Siswa Tampil Anggun di Fashion Show, Banyak yang Pangling |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Sinyal-Belungkur-Lingga-Timur-Hilang.jpg)