LINGGA TERKINI
Kemenag Lingga Siap Dampingi Sugih, Anak Terlantar Asal Senayang Putus Sekolah yang Berjuang Pulih
Penyelenggara Buddha Kementerian Agama Kabupaten Lingga, Maya Purnawi, mendampingi Sugih, anak terlantar asal Senayang
Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.idhttps://batam.tribunnews.com/, LINGGA - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lingga melalui Penyelenggara Buddha terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya perlindungan dan pendampingan anak.
Hal ini ditandai dengan pelaksanaan koordinasi bersama sejumlah pihak terkait dalam pendampingan Sugih (13), yang dilaksanakan pada Jumat (9/1/2026).
Sugih merupakan bocah etnis Tionghoa asal Senayang, yang dianggap terlantar tanpa orang tua.
Ibunya meninggal dunia, sementara warga tidak bisa memastikan keberadaan ayahnya.
Meskipun pamannya, Among, mengklaim bahwa ia membesarkan Sugih sejak ibunya meninggal dunia, namun informasi warga berkata lain.
Warga menyebutkan, bahwa Sugih terkadang diberi makan oleh tetangga karena kondisinya yang kurang terawat oleh pamannya.
Hingga saat dirujuk ke RSUD Dabo Singkep, Sugih hanya didampingi warga tanpa pamannya atau pihak keluarga.
Hingga saat ini, ia pun putus sekolah atau tidak melanjutkan lagi ke jenjang SMP.
Penyuluh Agama Buddha turut menyoroti kasus yang menimpa Sugih yang berjuang sendirian untuk pulih.
Pihaknya berkoordinasi melibatkan Penyelenggara Buddha Kementerian Agama Kabupaten Lingga, Maya Purnawi, Dinas Sosial Kabupaten Lingga yang diwakili oleh Hasni Hamka, serta UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) melalui Siti Noraziah.
Pertemuan ini bertujuan untuk menyatukan langkah dan memperkuat kolaborasi dalam memberikan pendampingan yang komprehensif bagi Sugih.
Maya Purnawi menyampaikan bahwa Penyelenggara Buddha Kemenag Lingga siap bersinergi dan berperan aktif bersama instansi, terkait dalam mendukung pemenuhan hak anak, khususnya dalam aspek pembinaan mental dan spiritual.
“Pendampingan anak membutuhkan kerja bersama. Penyelenggara Buddha Kemenag Lingga siap berkolaborasi dengan Dinas Sosial dan UPTD PPA agar pendampingan yang diberikan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan,” ujar Maya.
Sementara itu, perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Lingga, Hasni Hamka, menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam penanganan kasus anak.
Menurutnya, pendekatan terpadu akan memberikan dampak yang lebih efektif bagi perlindungan dan kesejahteraan anak.
Hal senada disampaikan oleh Siti Noraziah dari UPTD PPA yang menekankan bahwa pendampingan anak harus dilakukan secara menyeluruh, mencakup aspek perlindungan, psikologis, sosial, serta pendampingan keluarga. (TribunBatam.id/Febriyuanda)
| Daftar Delapan Bripda Baru Kini Mengabdi di Polres Lingga |
|
|---|
| Pastikan AMKP Berjalan Optimal, Pengawas Madrasah Monitoring dan Pembinaan di Senayang Lingga |
|
|---|
| Empat Siswa SMAN 1 Lingga Ikuti Ajang Duta GenRe 2026 Tingkat Kabupaten |
|
|---|
| Tegakkan Perda, Satpol PP Lingga Masih Temukan Pelajar Keluyuran Malam Hari Saat Jam Wajib Belajar |
|
|---|
| Langkah Awal Sertifikasi Halal, Kemenag Lingga Terbitkan NIB Pelaku Usaha Kerupuk di Teluk Ibul |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Sugih-anak-Terlantar-Lingga-dapat-pendampingan.jpg)