Sabtu, 25 April 2026

Smart Aviation Gantikan Susi Air Layani Penerbangan Perintis di Bandara Dabo Lingga

Smart Aviation ditunjuk sebagai operator baru penerbangan perintis di Bandara Dabo Singkep Lingga menggantikan Susi Air setelah kontrak berakhir

Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
TribunBatam.id/Istimewa/Dok. Smart Aviation
PENERBANGAN PERINTIS - Smart Aviation ditunjuk sebagai operator baru penerbangan perintis di Bandara Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, menggantikan Susi Air. Smart Aviation dijadwalkan mulai terbang 12 Januari 2026 
Ringkasan Berita:
  • Kontrak kerja sama Susi Air untuk penerbangan perintis di Bandara Dabo Singkep berakhir
  • Posisi operator penerbangan perintis selanjutnya diisi oleh Smart Aviation yang dijadwalkan mulai melayani penerbangan perdana pada 12 Januari 2026
  • Pergantian operator tidak mengubah rute, jadwal, maupun subsidi pemerintah
  • Smart Aviation tetap mengoperasikan pesawat Grand Caravan berkapasitas 12 penumpang


LINGGA, TRIBUNBATAM.id
- Layanan penerbangan perintis di Bandara Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri),memasuki babak baru pada 2026.

Maskapai Susi Air dipastikan tidak lagi beroperasi di UPBU Kelas III Dabo Singkep setelah kontrak kerja samanya berakhir dan tidak diperpanjang.

Posisi tersebut selanjutnya akan diisi oleh Smart Aviation yang ditunjuk sebagai operator baru penerbangan perintis.

Maskapai ini dijadwalkan mulai melayani penerbangan perdana pada 12 Januari 2026 mendatang.

Kepala UPBU Kelas III Dabo Singkep, Indra Rohman, membenarkan adanya pergantian operator penerbangan di bandara tersebut.

Menurutnya, Susi Air tidak kembali melayani rute perintis karena tidak memenangkan proses lelang yang dilakukan pemerintah.

“Pergantian maskapai tidak mengubah regulasi penerbangan yang berlaku. Pemerintah tetap memberikan subsidi untuk mendukung layanan penerbangan perintis,” kata Indra baru-baru ini.

Indra menjelaskan, Smart Aviation akan mengoperasikan pesawat jenis Grand Caravan, sama seperti yang digunakan operator sebelumnya.

Kapasitas angkut penumpang tetap 12 orang dengan rute serta jadwal penerbangan yang tidak mengalami perubahan.

“Perbedaan hanya terletak pada operator penerbangan. Seluruh ketentuan teknis dan pelayanan dasar tetap mengacu pada regulasi yang berlaku,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran operator baru diharapkan membawa peningkatan kualitas layanan di Bandara Dabo Singkep.

Smart Aviation menawarkan armada yang lebih baru dengan kapasitas bagasi yang lebih besar.

Sementara itu, pemerintah daerah menaruh harapan agar penerbangan perintis tetap menjadi penopang utama konektivitas antarwilayah.

Pergantian operator ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan kenyamanan yang lebih baik bagi masyarakat pengguna jasa transportasi udara. (Tribunbatam.id/Febriyuanda)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved