Rabu, 22 April 2026

Aroma Tradisi dari Dapur Tua, Roti Bakar Nek Yam yang Melegenda di Daik Lingga

Roti bakar Maryam alias Nek Yam, melegenda di Daik, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, banyak disukai warga lokal hingga mancanegara

Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Febriyuanda
SUSUN ROTI - Maryam alias Nek Yam (72), saat sedang menyusun roti yang sudah matang dibakar di dapurnya di Kampung Gelam, Daik Lingga, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (16/4/2026). 

TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Di sebuah sudut tenang di Kampung Gelam, Daik, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), dapur sederhana milik Maryam (72), menjadi saksi hidup tradisi kuliner yang tak lekang oleh waktu.

Sore itu, asap tipis perlahan membumbung keluar dari celah ventilasi dapur beratap daun, mengisyaratkan aktivitas yang telah berlangsung puluhan tahun.

Begitu melangkah masuk, aroma harum langsung menyergap.

Lantainya yang mulai retak dan dinding papan yang sederhana tak mengurangi hangatnya suasana.

Justru dari tempat inilah lahir roti bakar yang telah dikenal luas, bahkan hingga ke luar daerah.

Di salah satu sudut, kayu-kayu bakar tersusun rapi, siap memberi nyala pada tungku tradisional yang menjadi jantung dari proses memasak.

Di atas tungku, sebuah panci besar bertengger, di dalamnya puluhan roti tersusun rapi.

Uniknya, bukan hanya bagian bawah yang dipanaskan, tetapi bagian atas panci juga ditutup dengan bara api dari kayu dan sabut kelapa.

Metode memasak tradisional ini menciptakan panas merata, menghasilkan roti dengan kematangan sempurna sekaligus aroma khas yang sulit ditiru.

Dengan cekatan, lansia yang dikenal dengan sapaan Nek Yam itu sesekali mengatur kayu bakar, memastikan bara tetap menyala stabil. 

 

PANGGANG ROTI - Maryam alias Nek Yam (72), saat sedang mengatur bara api untuk memanggang roti secara tradisional di dapurnya berlokasi di Kampung Gelam, Daik Lingga, Kepulauan Riau, Kamis (16/4/2026).
PANGGANG ROTI - Maryam alias Nek Yam (72), saat sedang mengatur bara api untuk memanggang roti secara tradisional di dapurnya berlokasi di Kampung Gelam, Daik Lingga, Kepulauan Riau, Kamis (16/4/2026). (Tribunbatam.id/Febriyuanda)

 

Tak butuh waktu lama, sekitar lima menit roti-roti itu pun matang, lalu diangkat dan dipindahkan ke "Badang", sebuah wadah tradisional.

Hangatnya masih terasa, mengundang siapa saja untuk segera mencicipi.

Roti bakar buatan Nek Yam bukan sekadar makanan biasa.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved