Minggu, 12 April 2026

Pemkab Lingga Ingatkan Kios BBM Eceran yang Tutup, Bakal Cabut Izin Jika Sengaja Tahan Stok

Pemerintah Kabupaten Lingga mengambil langkah tegas untuk mencegah praktik penahanan Bahan Bakar Minyak (BBM) di tingkat kios pengecer.

Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Istimewa
KIOS BBM ECERAN DI LINGGA - Sejumlah kios eceran Bahan Bakar Minyak (BBM) di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mendadak banyak yang tutup, Rabu (1/4/2026) hingga berlanjut Kamis (2/4/2026). Foto saat Kabag Ekomoni Pemkab Lingga, Ardiansyah inspeksi mendadak (sidak). 

TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga mengambil langkah tegas untuk mencegah praktik penahanan Bahan Bakar Minyak (BBM) di tingkat kios pengecer.

Melalui Bagian Ekonomi Setda Lingga, para pemilik kios diingatkan agar tidak menyimpan stok BBM bersubsidi secara sengaja, karena dapat berujung pada pencabutan izin rekomendasi.

Kepala Bagian Ekonomi Setda Lingga, Ardiansyah, mengatakan pihaknya akan menindak tegas jika masih ditemukan kios yang tidak segera menyalurkan BBM kepada masyarakat.

Ia menegaskan, peringatan tersebut bukan sekadar imbauan, melainkan bentuk keseriusan pemerintah dalam menjaga kelancaran distribusi energi di daerah.

“BBM bersubsidi seperti Pertalite harus segera didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Jika ada kios yang kedapatan menyimpan stok tanpa alasan jelas, izin rekomendasinya akan kami evaluasi dan bisa saja dicabut,” ujar Ardiansyah, Kamis (2/4/2026).

Ia menjelaskan, praktik penahanan BBM berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, terutama di saat isu kelangkaan mudah berkembang.

Kondisi tersebut, menurutnya, dapat memicu kepanikan warga yang khawatir tidak mendapatkan pasokan BBM.

Ardiansyah menambahkan, kios pengecer memiliki peran penting dalam memastikan distribusi BBM tetap berjalan lancar.

Karena itu, ia meminta para pemilik kios tidak justru memperkeruh situasi dengan menahan pasokan.

“Jangan sampai masyarakat kesulitan mendapatkan BBM hanya karena ada pihak yang sengaja menahan stok,” tegasnya.

Pemkab Lingga, lanjut dia, akan terus melakukan pengawasan secara berkala untuk memastikan distribusi BBM berjalan sesuai aturan. Dengan pengawasan tersebut, diharapkan tidak ada lagi praktik yang merugikan masyarakat.

“Kalau sudah menyangkut izin, ini bukan hanya soal stok BBM, tetapi juga soal kelangsungan usaha kios itu sendiri,” tutupnya. (TribunBatam.id/Febriyuanda)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved