Sabtu, 11 April 2026

PLN Siapkan Pengembangan Listrik 24 Jam di Lingga, Ada 21 Titik Baru hingga 2027

Upaya meningkatkan layanan listrik 24 jam di wilayah pulau-pulau Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, terus dipersiapkan oleh PLN.

Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
Tribunbatam.id/Febriyuanda
PERBAIKAN JARINGAN - Teknisi PLN ULP Dabo sedang melakukan pengerjaan perbaikan jaringan listrik di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau. Sebanyak 21 titik baru kini masuk dalam rencana pengembangan jaringan listrik PLN Lingga hingga 2027 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Upaya meningkatkan layanan listrik 24 jam di wilayah pulau-pulau Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), terus dipersiapkan oleh PLN.

Sebanyak 21 titik baru kini masuk dalam rencana pengembangan jaringan listrik PLN di Lingga, dengan target realisasi dilakukan secara bertahap hingga tahun 2027.

Program tersebut mulai memasuki tahap awal pelaksanaan pada tahun 2026.

Dalam tahap awal ini, PLN memprioritaskan penyediaan listrik penuh untuk fasilitas pelayanan dasar masyarakat di tingkat desa, sebelum diperluas ke seluruh permukiman warga.

Manajer PLN ULP Dabo Singkep, Suheri, mengatakan prioritas awal difokuskan pada fasilitas vital seperti kantor desa, puskesmas, serta sarana pendidikan.

Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal, terutama di wilayah kepulauan.

“Tahun ini kita fokus dulu di fasilitas tingkat desa seperti kantor desa, puskesmas, dan sektor pendidikan,” ujar Suheri, belum lama ini.

Ia menjelaskan, 21 titik yang masuk dalam program tersebut merupakan lokasi baru dalam rencana pengembangan jaringan listrik PLN di wilayah Lingga.

Pembangunan infrastruktur pendukung akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan teknis serta anggaran yang tersedia.

“Program ini akan berjalan secara bertahap sampai tahun 2027, menyesuaikan dengan kemampuan yang ada,” jelasnya.

Selain itu, PLN juga membuka peluang penambahan lokasi baru apabila terdapat pulau berpenghuni yang belum teraliri listrik secara maksimal.

Wilayah-wilayah tersebut akan dimasukkan dalam rencana pengembangan berikutnya.

“Kalau ada pulau yang dihuni masyarakat dan belum terlayani, tentu akan kita masukkan dalam perencanaan selanjutnya,” katanya.

Suheri menambahkan, pemerataan layanan listrik menjadi salah satu prinsip utama dalam program ini.

Ia menyebut beberapa desa sebelumnya telah lebih dahulu menikmati layanan listrik 24 jam sejak tahun 2025, di antaranya Desa Benan dan Desa Posek yang kini sudah merasakan manfaat program tersebut.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved