Mayat Wanita Dalam Karung
Pesona Jaka Gaet Wanita Muda, Ternyata Punya 7 Istri, Dua Diantaranya Tewas Dibunuh Secara Sadis
Kapolres menyebut, pelaku dikenal kerap berpindah-pindah pulau dan menjalin hubungan dengan beberapa perempuan di lokasi berbeda.
Pelarian Zakaria alias Jaka (43), pelaku pembunuhan terhadap istri sirinya di Kabupaten Lingga, akhirnya berakhir dramatis di dalam sebuah bus antarkota di wilayah Lumajang, Jawa Timur.
Namun siapa yang menyangka, pelarian Jaka ke pulau Jawa ternyata mempunyai maksut.
Dia sengaja ke sana untuk menemui Dukun disebuah hutan pedalaman.
Disana dia berencana menuntut ilmu hitam. Namun pergerakan polisi lebih cepat, pelaku akhirnya ditangkap ketika sedang berada di atas bus.
Pelaku yang sempat berpindah-pindah lokasi untuk menghindari kejaran aparat berhasil diringkus tim gabungan setelah polisi melacak pergerakan sinyal telepon selulernya.
Penangkapan itu berlangsung menegangkan. Petugas yang telah membuntuti bus tempat pelaku berada langsung bergerak saat kendaraan berhenti. Pelaku sempat mencoba melarikan diri di dalam bus sebelum akhirnya berhasil dilumpuhkan dan dibawa keluar oleh aparat.
Kapolres Lingga, AKBP Pahala, mengatakan proses penangkapan terhadap tersangka membutuhkan kerja keras karena pelaku cukup lihai menghilangkan jejak selama pelarian.
“Pelaku ini cukup pandai menghindari kejaran aparat. Dia bergerak ke lokasi-lokasi yang jauh dari aktivitas petugas dan terus berpindah tempat,” ujar AKBP Pahala saat ungkap kasus di Lobby Ditreskrimum Polda Kepri, Senin (11/5/2026) sore.
Usai melakukan pembunuhan pada 28 April 2026 lalu, Jaka diketahui melarikan diri dari Lingga menuju Pulau Jawa. Sejak saat itu, aparat kepolisian terus memburunya.
Dalam pelariannya, pelaku disebut kerap mengganti nomor telepon untuk mengelabui petugas. Namun upaya tersebut akhirnya gagal setelah tim berhasil melakukan pelacakan digital dan mendeteksi keberadaannya di wilayah Banyuwangi, Jawa Timur.
Tim gabungan Satreskrim Polres Lingga bersama Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Kepri kemudian melakukan pengejaran lintas provinsi dengan melibatkan Polres Banyuwangi, Polres Lumajang, dan Polres Ponorogo.
Awalnya, keberadaan pelaku terlacak di Banyuwangi. Namun saat pengejaran dilakukan, diketahui pelaku tengah berada di dalam bus dan hendak menuju Ponorogo.
“Pada saat proses penangkapan itu kami bekerja sama dengan rekan-rekan dari Polres Lumajang, Polres Banyuwangi, Polres Ponorogo, serta tim penyidik dari Polres Lingga dan Ditreskrimum Polda Kepri,” katanya.
Pahala mengungkapkan, berdasarkan pengakuan tersangka, dirinya hendak mencari orang pintar di wilayah pegunungan Ponorogo untuk berguru ilmu hitam.
“Pengakuan tersangka ini, dia mau ke Ponorogo, mau mencari orang pintar di pegunungan hutan. Dia mau mencari ilmu hitam,” ungkap Pahala.
| Rekontruksi Kasus Pembunuhan dan Mutilasi di Tanjungpinang, Tak Ada Raut Penyesalan di Muka Nasrul |
|
|---|
| Rekonstruksi Suami Bunuh Istri di Tanjungpinang, Nasrun Peragakan 59 Adegan Hingga Harsalena Tewas |
|
|---|
| Sosok Nasrun Pelaku Pembunuh dan Mutilasi Istri di Tanjungpinang, Aksinya Bukan yang Pertama |
|
|---|
| Kronologi Suami Bunuh dan Mutilasi Istri di Tanjungpinang, Nasrun Sakit Hati Tak Dihargai |
|
|---|
| Kasus Suami Bunuh Istri di Tanjungpinang, Warga Sebut Nasrun Tertutup, Harsalena Suka Tegur Sapa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Zakaria-alias-Jaka-diduga-pelaku-pembunuhan-di-Lingga.jpg)