Kamis, 4 Juni 2026

LINGGA TERKINI

Abrasi Pantai Ancam Rumah Warga di Pesisir Batu Berdaun Lingga, Pemilik Berharap Ada Bantuan

Ancaman abrasi pantai yang terus terjadi di pesisir Kampung Boyan, Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau

Tayang:
Penulis: Febriyuanda | Editor: Mairi Nandarson
Tribunbatam.id/Istimewa
ABRASI - Abrasi pantai yang terus terjadi mengancam rumah warga di pesisir Kampung Boyan, Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, membuat warga cemas, Rabu (3/6/2026). 

TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Abrasi pantai yang terus terjadi mengancam rumah warga yang berada di pesisir Kampung Boyan, Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, membuat warga cemas.

Khususnya rumah milik M. Yunus, yang kini hanya berjarak sekitar lima meter dari bibir pantai yang terus mendekat.

Rumah yang selama ini menjadi tempat tinggal keluarganya, kini berada dalam kondisi rawan setelah bagian tanah di tepi bangunan terus terkikis gelombang air laut.

Pantauan di lokasi, garis pantai yang semakin mendekati bangunan itu mengakibatkan pondasi yang menjadi penyangga rumah mengalami pengikisan.

Setiap kali air laut pasang dan ombak menghantam pesisir, sebagian tanah di sekitar rumah ikut tergerus, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan penghuni.

Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan saat cuaca buruk melanda wilayah pesisir.

Gelombang yang lebih besar berpotensi mempercepat proses abrasi dan memperparah kerusakan pada area sekitar rumah.

M. Yunus mengaku tidak mampu melakukan penanganan secara mandiri karena keterbatasan ekonomi.

Ia mengatakan rumah yang saat ini ditempatinya merupakan satu-satunya tempat tinggal bagi keluarganya.

"Kami hanya berharap ada bantuan atau solusi agar rumah ini tidak sampai roboh."

"Setidaknya ada upaya pencegahan sementara seperti pemasangan pancang kayu atau penahan ombak agar abrasi tidak semakin parah," ujarnya, Rabu (3/6/2026).

Menurut Dia, langkah penanganan darurat sangat diperlukan untuk mengurangi dampak abrasi yang terus terjadi.

Tanpa upaya pencegahan, kerusakan dikhawatirkan akan semakin meluas hingga mengancam struktur bangunan.

Warga sekitar juga berharap pemerintah dan instansi terkait dapat segera turun ke lapangan, untuk melihat kondisi yang dihadapi keluarga tersebut. 

Peninjauan dinilai penting agar dapat ditentukan langkah penanganan yang sesuai sebelum abrasi menyebabkan kerusakan yang lebih parah.

Selain perlindungan terhadap bangunan, perhatian terhadap kondisi sosial dan ekonomi keluarga juga menjadi harapan masyarakat.

Dengan kemampuan finansial yang terbatas, keluarga M. Yunus dinilai sulit melakukan perbaikan maupun membangun konstruksi penahan abrasi secara mandiri.

"Lama kelamaan tanah pasir pantai semakin tergerus mendekati rumah," tambah Yunus.

(Tribunbatam.id/Febriyuanda)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved