Kamis, 7 Mei 2026

Sudah Menyerang Warga, Damkar Natuna Evakuasi Sarang Tawon di Tower Internet Desa Pengadah

Evakuasi dilakukan setelah warga setempat melaporkan keberadaan sarang tawon jenis vespa yang berada di ketinggian dan telah menyerang warga

Tayang:
Penulis: Birri Fikrudin | Editor: Mairi Nandarson
TribunBatam.id/Istimewa
EVAKUASI SARANG TAWON - Aksi petugas Damkar Natuna saat memanjat tower internet untuk evakuasi sarang tawon di Desa pengadah, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kabupaten Natuna, Selasa (16/12/2025) malam. 

Ringkasan Berita:
  • Evakuasi dilakukan setelah warga setempat melaporkan keberadaan sarang tawon jenis vespa dan telah menyerang warga
  • Sarang tawon berada di ketinggian sekitar 10 meter di struktur tower, sehingga membutuhkan penanganan khusus
  • Nurhakim juga mengimbau masyarakat agar tidak nekat menangani sarang tawon secara mandiri

 

TRIBUNBATAM.id, NATUNA - Aksi berani dan penuh kehati-hatian ditunjukkan petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Natuna saat mengevakuasi sarang tawon berbahaya di sebuah tower pemancar jaringan internet di Desa Pengadah, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Selasa (16/12/2025) malam.

Evakuasi dilakukan setelah warga setempat melaporkan keberadaan sarang tawon jenis vespa atau tawon pespa, yang berada di ketinggian dan telah menyerang warga.

Keberadaan tawon tersebut membuat masyarakat resah karena aktivitasnya semakin agresif.

Kasi Sarana dan Prasarana, Pengolahan Data dan Informasi Disdamkarmat Natuna, Nurhakim, membenarkan adanya laporan tersebut.

Ia mengatakan, sarang tawon berada di ketinggian sekitar 10 meter di struktur tower, sehingga membutuhkan penanganan khusus.

“Jenis tawonnya tawon pespa dan memang sudah ada warga yang diserang."

"Sarangnya berada di tower jaringan internet dengan ketinggian kurang lebih 10 meter,” ujar Nurhakim kepada tribunbatam.id, Rabu (17/12/2025).

Ia menjelaskan, petugas Damkar menerima informasi dari warga sekitar pukul 19.53 WIB.

Tim kemudian langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian dan tiba di Desa Pengadah sekitar pukul 20.45 WIB.

Dengan perlengkapan keselamatan dan pencahayaan terbatas di malam hari, petugas tampak memanjat tower untuk mengevakuasi sarang tawon yang menempel pada rangka besi.

Setelah melalui proses yang cukup menegangkan, sarang tawon berhasil diamankan dan situasi kembali kondusif.

"Usai memastikan lokasi aman dari ancaman, petugas kembali ke posko itu sekitar pukul 22.30 WIB," Tambahnya

Nurhakim juga mengimbau masyarakat agar tidak nekat menangani sarang tawon secara mandiri, terutama jika berada di tempat tinggi atau sulit dijangkau.

“Jika menemukan sarang tawon, khususnya jenis pespa yang agresif, segera laporkan ke Damkar."

"Jangan mencoba mengevakuasi sendiri karena sangat berbahaya dan bisa mengancam keselamatan,” katanya.

( tribunbatam.id/birrifikrudin

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved