Karhutla Mengintai Natuna Saat Cuaca Panas, BMKG Perkirakan Suhu Capai 34 Derajat Celsius
Kebakaran lahan yang terjadi di Kabupaten Natuna dalam sepekan terakhir kembali menjadi pengingat masyarakat untuk lebih waspada
Penulis: Birri Fikrudin | Editor: Mairi Nandarson
Ringkasan Berita:
- Kebakaran lahan yang terjadi di Kabupaten Natuna dalam sepekan terakhir kembali menjadi pengingat masyarakat untuk lebih waspada
- BMKG mencatat, kondisi atmosfer di wilayah Kepulauan Natuna saat ini didominasi kelembapan udara lapisan atas yang relatif rendah
- Berdasarkan prakiraan BMKG, suhu udara di Natuna berada pada kisaran 24 hingga 34 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan 60 hingga 90 persen
TRIBUNBATAM.id, NATUNA - Kebakaran lahan yang terjadi di Kabupaten Natuna dalam sepekan terakhir kembali menjadi pengingat masyarakat untuk lebih waspada.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaui Stasiun Meteorologi Kelas III Maritim Natuna, mengeluarkan himbauan potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), yang diprediksi terjadi hingga 23 Januari 2026.
BMKG mencatat, kondisi atmosfer di wilayah Kepulauan Natuna saat ini didominasi kelembapan udara lapisan atas yang relatif rendah.
Kondisi tersebut dinilai kurang mendukung pertumbuhan awan hujan, sehingga potensi hujan secara lokal cenderung berkurang.
“Secara umum cuaca beberapa hari ke depan diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Potensi hujan ada, namun lebih banyak terjadi pada siang hingga sore hari dengan durasi singkat,” ujar Kepala Stasiun Meteorologi Ranai, Feriomex Hutagalung.
Berdasarkan prakiraan BMKG, suhu udara di Natuna berada pada kisaran 24 hingga 34 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan 60 hingga 90 persen.
Sementara arah angin dominan bertiup dari utara hingga timur dengan kecepatan 4 sampai 30 kilometer per jam.
Kondisi cuaca tersebut dinilai cukup berisiko memicu kebakaran lahan, terutama pada area semak belukar dan lahan terbuka yang mudah kering.
Baca juga: Kebakaran Lahan Dekat Pemukiman Batu Kapal Ranai, Damkar Natuna Bergerak Cepat
BMKG pun mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membuka lahan dengan cara dibakar.
“Udara yang relatif kering dan minimnya curah hujan meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan."
"Asap yang ditimbulkan dapat mengganggu jarak pandang dan berisiko menimbulkan gangguan pernapasan,” jelas Feriomex.
Himbauan BMKG ini sejalan dengan kondisi lapangan yang terjadi di Natuna.
Dalam sepekan terakhir, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Natuna, telah menangani sedikitnya tiga titik kebakaran lahan di sejumlah lokasi.
Kebakaran pertama terjadi di Desa Cemaga, Kecamatan Bunguran Selatan, pada Rabu (14/1/2026) siang, disusul kejadian serupa di lokasi yang hampir sama pada Jumat (16/1/2026).
| Harga Emas di Toko Mas Singapura Natuna Hari Ini, Jumat, 17 April 2026, Emas 24K Rp2,7 Juta per Gram |
|
|---|
| Ular Piton Merayap di Tangga, Penghuni Asrama Putri STAI Natuna Panik, Damkar Turun Tangan |
|
|---|
| 60 Pelajar Lolos Seleksi Awal Paskibraka Natuna, Kini Berebut 33 Kursi dalam Seleksi Terpusat |
|
|---|
| Pemkab Natuna Belum Terapkan WFH ASN Jumat Ini, Bupati Cen: Kita Upayakan Secepatnya |
|
|---|
| Bantuan Pangan di Natuna Mulai Disalurkan, Warga Terbantu di Tengah Gejolak Harga Pasar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/WASPADAKARHUTLA.jpg)