Selasa, 2 Juni 2026

KAPAL TERBAKAR DI NATUNA

Detik-detik Kapal Nelayan Terbakar di Natuna, Warga Panik: Ya Allah, Rumah Kita Dekat

Kebakaran kapal nelayan jenis rawai di Desa Tanjung Kumbik Utara, Kecamatan Pulau Tiga Barat, Kabupaten Natuna, sempat buat warga sekitar panik.

Tayang:
Penulis: Birri Fikrudin | Editor: Dewi Haryati
Tribunbatam.id/Ist
KAPAL TERBAKAR - Kondisi kamar kapal nelayan di Desa Tanjung Kumbik Utara, Kecamatan Pulau Tiga Barat, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau usai mengalami insiden kebakaran, Selasa (17/3/2026) pagi. 

NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Kebakaran kapal nelayan jenis rawai di Desa Tanjung Kumbik Utara, Kecamatan Pulau Tiga Barat, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (17/3/2026) pagi, diduga kuat berasal dari bagian dapur kapal.

Kepanikan warga tak terelakkan, saat melihat api pertama kali muncul, lalu membesar dan mengeluarkan asap hitam pekat yang membumbung tinggi sekira pukul 09.00 WIB.

Dalam video yang diterima Tribunbatam.id, terdengar suara warga yang panik melihat kobaran api yang kian membesar.

Warga khawatir api akan cepat merambat ke dermaga kayu dan rumah-rumah yang berada dekat di sekitar lokasi kejadian.

“Ya Allah ya Tuhanku, gimana ini, air kering pula, rumah kita dekat-dekat, bahaya,” teriak seorang ibu-ibu dalam video tersebut.

Kondisi saat kejadian memang cukup mengkhawatirkan.

Cuaca panas terik yang melanda kawasan tersebut membuat api lebih cepat membesar.

Selain itu, kondisi air laut yang sedang surut atau kering turut menyulitkan proses pemadaman awal yang dilakukan warga.

Tak berselang lama, warga setempat langsung bergegas mendekat ke lokasi kejadian guna memberikan bantuan.

Warga bersama aparat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya dan mesin alkon, hingga akhirnya api berhasil dikendalikan.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kini, kondisi kapal tampak hangus pada bagian kamar belakang.

Pelaksana Harian (Plh) Camat Pulau Tiga Barat, Nico Lukmana, mengatakan berdasarkan informasi awal yang diterimanya di lapangan, api diduga kuat muncul saat aktivitas memasak di bagian dapur kapal.

“Penyebab kejadian memang belum bisa dipastikan. Tapi dari informasi yang kami terima, sebelum kejadian ada yang sedang memasak air di bagian dapur kapal,” ujar Nico kepada Tribunbatam.id.

Ia menjelaskan, bagian yang terbakar hanya terjadi di area dapur yang berada di bagian belakang kapal.

“Kondisi saat ini, yang terdampak itu hanya di kamar belakang. Jadi tidak seluruh badan kapal terbakar,” ujarnya.

Nico menambahkan, cepatnya penanganan di lapangan menjadi kunci api tidak meluas.

Alhamdulillah api tidak sampai meluas, ini berkat kerja sama cepat warga dan aparat di lapangan. Meski pakai alat seadanya dan mesin alkon," pungkasnya. (Tribunbatam.id/birrifikrudin)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved