Pemkab Natuna Siapkan Pasar Murah Jelang Iduladha, Antisipasi Lonjakan Harga Sembako
Menjelang Hari Raya Iduladha, Pemerintah Kabupaten Natuna akan kembali gelar pasar murah untuk menekan kenaikan harga bahan pokok di pasaran
Penulis: Birri Fikrudin | Editor: Dewi Haryati
NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali menyiapkan langkah cepat untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di pasaran.
Salah satu upaya yang akan digelar yakni pasar murah, yang dinilai efektif membantu masyarakat sekaligus menekan potensi lonjakan harga.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disperindagkopum) Natuna, Marwan Sjah Putra, mengatakan program tersebut saat ini tengah dalam tahap pembahasan bersama pimpinan daerah.
“InsyaAllah untuk pasar murah akan kita gelar lagi menjelang Iduladha ini. Untuk waktu pelaksanaannya masih kita bahas, begitu juga dengan lokasi yang nanti akan kita sampaikan,” ujarnya kepada Tribunbatam.id, Senin (20/4/2026).
Ia menyebut, lokasi pelaksanaan direncanakan berada di wilayah Bunguran Timur Laut atau Bunguran Tengah, menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
"Kalau jelang Idulfitri kemarin kita adakan di Bunguran Selatan. Jadi bergiliran," katanya.
Menurut Marwan, pasar murah menjadi salah satu strategi efektif dalam menjaga stabilitas harga, terutama saat momen hari besar keagamaan.
Hal ini terbukti pada periode Januari-Maret 2026, saat Ramadan dan Idulfitri, pemerintah daerah bersama Satgas Pangan berhasil mengendalikan lonjakan harga bahan pokok.
“Upaya yang kita lakukan mulai dari memastikan transportasi lancar, koordinasi dengan distributor, pengawasan langsung di pasar, hingga pelaksanaan pasar murah, itu sangat berpengaruh terhadap stabilitas harga,” kata Marwan.
Meski demikian, ia mengakui potensi kenaikan harga masih tetap ada, mengingat Natuna sangat bergantung pada pasokan barang dari luar daerah.
Beberapa komoditas seperti gula pasir dan beras premium, sempat mengalami kenaikan meski masih dalam batas fluktuasi ringan.
“Memang ada beberapa komoditas yang naik. Untuk beras premium kenaikannya sekitar Rp1.000 sampai Rp3.000 per kilogram,” ungkapnya.
Kondisi geografis Natuna sebagai wilayah kepulauan juga menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam hal distribusi logistik yang bergantung pada transportasi laut dan udara.
“Ini yang menjadi faktor utama kenapa harga di Natuna mudah berfluktuasi,” katanya.
Dengan kembali digelarnya pasar murah, pemerintah berharap masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, sekaligus menjaga daya beli di tengah dinamika harga.
“Tujuan utama pasar murah ini untuk membantu masyarakat dan menstabilkan harga bahan pokok, apalagi menjelang Iduladha kebutuhan pasti meningkat,” pungkasnya. (Tribunbatam.id/birrifikrudin)
| Semangat 60 Pelajar di Natuna Diuji Menuju Paskibraka, Seleksi Terpusat Tingkat Kabupaten Dimulai |
|
|---|
| DLH Natuna Sayangkan Masih Ada Warga Buang Sampah di Kawasan Eks TPS Pasar Lama |
|
|---|
| Warga Natuna Kesal, Masih Ada Oknum Buang Sampah di Kawasan Eks TPS Pasar Lama Ranai |
|
|---|
| Karhutla di Natuna, 20 Hektare Lahan Warga di Teluk Buton Hangus Dilalap Api Sabtu Sore |
|
|---|
| Jadwal KM Sabuk Nusantara 36 Lintasi Natuna, Periode Tanggal 19-28 April 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/SIAPAKANPASARMURAH.jpg)