Jumat, 24 April 2026

KEBAKARAN LAHAN DI NATUNA

Kebakaran Lahan di Natuna, Akses Terbatas Membuat Petugas Kesulitan Padamkan Api

Api menghanguskan lahan seluas kurang lebih 6 hektare di Desa Harapan Jaya, Kecamatan Bunguran Tengah, Kamis (23/4/2026) sore

Penulis: Birri Fikrudin | Editor: Mairi Nandarson
Tribun Batam/Istimewa
ASAP TEBAL - Sejumlah petugas Damkar saat berjibaku di tengah asap tebal dan medan sulit dijangkau. Api menghanguskan lahan seluas 6 hektare di Desa Harapan Jaya, Kecamatan Bunguran Tengah, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (23/4/2026). 

TRIBUNBATAM.id, NATUNA - Kebakaran lahan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (23/4/2026) sore. 

Api menghanguskan lahan seluas kurang lebih 6 hektare di Desa Harapan Jaya, Kecamatan Bunguran Tengah.

Peristiwa kebakaran itu diduga dipicu kondisi cuaca panas yang membuat lahan kering dan mudah terbakar lalu api cepat menyebar.

Asap tebal menyelimuti area lahan yang sebagian besar telah menghitam. 

Petugas harus berjalan menyusuri jalur tanah yang hangus, sambil menarik selang pemadam.

Kobaran api terlihat masih menyala di beberapa titik, merambat di antara pepohonan kering dan semak belukar. 

Dengan kondisi medan yang sulit dijangkau kendaraan, petugas harus berjalan kaki mendekati sumber api dengan menarik panjang selang. 

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Natuna, Syawal, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran itu sekitar pukul 16.31 WIB.

“Kita langsung kerahkan satu unit armada ke lokasi. Pemadaman dimulai pukul 16.48 WIB dan berhasil dipadamkan sekitar satu jam,” ujarnya kepada tribunbatam.id, Jumat (24/4/2026). 

Ia menyebut, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 6 hektare. 

Namun hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.

“Yang terbakar itu lahan kurang lebih 6 hektare,” jelasnya.

Syawal mengakui, dalam proses pemadaman, petugas mengalami kendala di lapangan, terutama karena titik api yang sulit dijangkau.

“Di lapangan kita cukup kesulitan karena akses menuju titik api terbatas. Petugas harus menarik selang cukup jauh untuk bisa menjangkau lokasi kebakaran,” tambahnya.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terlebih di tengah kondisi cuaca panas yang rawan memicu kebakaran.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan. Kondisi cuaca saat ini sangat rentan, api bisa cepat meluas dan sulit dikendalikan,” katanya. 

( tribunbatam.id/birrifikrudin )

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved