Semangat Hardiknas dari Natuna, Pendidikan Jadi Kunci Majukan SDM di Perbatasan
Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67 Tahun 2026, di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), diperingati dengan punuh semangat
Penulis: Birri Fikrudin | Editor: Dewi Haryati
NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67 Tahun 2026 di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), diperingati dengan punuh semangat.
Ratusan peserta dari kalangan ASN, pelajar, guru hingga unsur Forkopimda, hadir dalam upacara yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna di halaman Kantor Bupati, pada Senin (4/5/2026).
Bupati Natuna Cen Sui Lan, bertindak langsung sebagai pembina upacara dalam peringatan yang mengusung semangat penguatan pendidikan nasional tersebut.
Pantauan Tribunbatam.id, suasana lapangan upacara tampak dipenuhi peserta berseragam sekolah dan ASN. Mereka berdiri rapi mengikuti rangkaian kegiatan.
Prosesi pengibaran bendera Merah Putih berlangsung khidmat, diiringi lagu Indonesia Raya, disusul pembacaan Pancasila, UUD 1945 hingga ikrar pelajar Indonesia.
Dalam amanatnya, Bupati Natuna Cen Sui Lan membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
Ia menegaskan Hari Pendidikan Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum refleksi untuk memperkuat semangat membangun pendidikan nasional.
"Pendidikan pada hakikatnya adalah proses memanusiakan manusia, menumbuhkembangkan potensi, dan membentuk karakter generasi bangsa," ujar Cen saat membacakan amanat Menteri Pendidikan.
Dalam pidato itu juga disampaikan, pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi guru hingga penguatan karakter peserta didik.
Usai upacara, Cen Sui Lan menilai perhatian pemerintah pusat terhadap dunia pendidikan saat ini sangat besar.
Menurutnya, keseriusan pemerintah terlihat dari berbagai bantuan dan program nyata yang mulai dijalankan untuk membangun sumber daya manusia Indonesia.
“Pendidikan di Indonesia harus maju, dan guru-guru harus sejahtera. Itu kunci utama, termasuk di Natuna,” ujarnya kepada sejumlah awak media.
Ia menyebut salah satu program yang menjadi perhatian adalah pengembangan sekolah rakyat, yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap mendapatkan akses pendidikan layak.
“Sekolah rakyat ini juga sudah masuk di Natuna, yang dibangun untuk menampung siswa-siswa yang mengalami kesulitan ekonomi. Jadi tidak ada alasan lagi anak tidak sekolah,” katanya.
Cen juga memastikan kehadiran program tersebut tidak berdampak pada penurunan jumlah siswa di sekolah formal.
| Natuna Kembali Kirim Puluhan Sapi Kurban Keluar Daerah, Status Bebas PMK Jadi Andalan Peternak |
|
|---|
| Raja Samsul Bahri Jadi Kades PAW Tanjung Kumbik Utara, Wakil Bupati Natuna: Ini Tentang Pengabdian |
|
|---|
| Warga Bunguran Timur Laut Natuna Senang Hadirnya Pasar Murah, Rela Tempuh 35 Km Demi Sembako Murah |
|
|---|
| Warga Berdesakan Serbu Pasar Murah di Bunguran Timur Laut Natuna, Sembako Ludes dalam Hitungan Menit |
|
|---|
| Kisah Lansia di Balik Kebakaran Indekos di Natuna, Uang Simpanan Untuk Lebaran Haji Ikut Hangus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/HARDIKNAS2026.jpg)