WARGA NATUNA HILANG SAAT CARI KEPITING
Pria di Natuna Hilang saat Cari Kepiting, Pencarian Warga Pulau Laut Masih Berlanjut
Hingga Senin (18/5/2026) sore, tim SAR gabungan bersama masyarakat masih terus melakukan pencarian terhadap korban
Penulis: Birri Fikrudin | Editor: Septyan Mulia Rohman
Ringkasan Berita:
- Ica Kusuma (40), warga Darat Sayat, Desa Air Payang, Kecamatan Pulau Laut, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dilaporkan hilang saat mencari kepiting di kawasan Pulau Sunyut, Minggu (17/5/2026) malam.
- Hingga Senin (18/5/2026), pencarian oleh tim Sar gabungan masih berlangsung.
- Camat Pulau Laut, Bambang berharap warganya segera ditemukan dengan kondisi selamat.
TRIBUNBATAM.id, NATUNA - Seorang pria bernama Ica Kusuma (40), warga Darat Sayat, Desa Air Payang, Kecamatan Pulau Laut, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dilaporkan hilang saat mencari kepiting di kawasan Pulau Sunyut, pada Minggu (17/5/2026) malam.
Hingga Senin (18/5/2026) sore, tim SAR gabungan bersama masyarakat masih terus melakukan pencarian terhadap pria di Natuna itu.
Aktivitas mencari kepiting saat air laut surut di malam hari atau disebut nyuloh itu, sudah lama menjadi kebiasaan turun temurun masyarakat pesisir di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Namun aktivitas yang dilakukan warga untuk mencari hasil laut itu kerap mengancam nyawa.
Camat Pulau Laut, Bambang Erawan, membenarkan adanya warga yang hilang saat melakukan aktivitas nyuloh tersebut.
“Ya benar, warga kami yang hilang itu namanya Ica Kusuma, warga Desa Air Payang. Umurnya kurang lebih 40 tahun,” ujarnya kepada TribunBatam.id, Senin Sore.
Menurutnya, Pulau Sunyut memang selama ini dikenal warga sebagai salah satu lokasi favorit mencari kepiting saat air laut surut.
Jaraknya yang cukup dekat dari Desa Air Payang membuat pulau kecil tak berpenghuni itu, hampir setiap malam didatangi warga.
“Pulau Sunyut itu memang biasa digunakan masyarakat untuk spot nyuloh. Dari Air Payang cuma sekitar lima menit pakai pompong atau speedboat,” katanya.
Bambang menjelaskan, korban berangkat bersama rekannya bernama Niel sekitar pukul 22.30 WIB menggunakan speedboat menuju Pulau Sunyut.
Setelah tiba di lokasi, keduanya kemudian berjalan kaki menyusuri bibir pantai sejauh kurang lebih dua kilometer untuk mencari kepiting.
“Kondisi air memang sedang surut, jadi orang sini kalau nyuloh memang jalan kaki, dan dengan alat tradisional,” jelasnya.
Hingga kini, tim SAR gabungan bersama warga masih terus menyisir kawasan pantai dan laut di sekitar Pulau Sunyut untuk mencari keberadaan korban.
"Sekarang tim SAR dan warga masih mencari terus, kami menyisir pantai dan laut. Ramai yang ikut mencari, semoga cepat ditemukan dalam keadaan selamat," harap Bambang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/PENCARIAN-WARGAPULAULAUT-HILANG.jpg)