Warga Bunguran Timur Laut Natuna Senang Hadirnya Pasar Murah, Rela Tempuh 35 Km Demi Sembako Murah
Kehadiran pasar murah yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, di Kecamatan Bunguran Timur Laut disambut antusias tinggi masyarakat.
Penulis: Birri Fikrudin | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, NATUNA - Kehadiran pasar murah yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, di Kecamatan Bunguran Timur Laut disambut antusias tinggi masyarakat, Senin (25/5/2026).
Bukan hanya ramai diserbu warga, kegiatan tersebut juga disebut menjadi pasar murah perdana yang digelar pemerintah daerah di kecamatan tersebut.
Meski sejumlah kebutuhan pokok ludes terjual dalam waktu singkat, warga masih menyimpan harapan agar pasar murah kembali digelar dengan stok barang yang lebih banyak.
Warga yang berasal dari sejumlah desa di Kecamatan Bunguran Timur Laut itu, tampak berbondong-bondong datang sejak pagi.
Bahkan sebagian warga rela menempuh perjalanan cukup jauh dari desa paling ujung yaitu Pengadah, demi mendapatkan sembako murah menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Pantauan TribunBatam.id, usai berbelanja warga yang didominasi emak-emak atau ibu rumah tangga itu tampak tersenyum sambil menenteng sembako yang dibeli.
Sebagian dari mereka juga terlihat mengumpulkan belanjaan di satu tempat sebelum dibawa pulang bersama-sama.
Meri (46), warga Desa Pengadah mengaku sengaja datang bersama warga lainnya menggunakan mobil, karena tidak ingin melewatkan kesempatan mendapatkan sembako murah.
Menurutnya, kegiatan pasar murah sangat membantu masyarakat, apalagi menjelang lebaran haji.
“Ya ini pertama kali, belum pernah diadakan di sini. Sangat terbantu sekali lah, apalagi dua hari lagi kan sudah lebaran haji,” ujarnya saat dijumpai.
Ia mengatakan, dirinya bersama warga lain harus menempuh perjalanan lebih dari 30 menit dari Desa Pengadah menuju lokasi pasar murah di jalan Kantor Camat.
Jarak dari Desa Pengadah ke Kantor Camat Bunguran Timur Laut jika menggunakan kendaraan mencapai 35 Kilometer.
“Saya datang jauh dari Desa Pengadah. Kami datang ramai-ramai pakai mobil,” katanya.
Meri mengaku membeli berbagai kebutuhan pokok seperti tepung, gula dan bahan lainnya untuk kebutuhan sehari-hari hingga membuat kue lebaran.
Hal senada disampaikan Rena (42), warga lainnya yang mengaku harga kebutuhan pokok di desanya jauh lebih mahal dibanding harga di pasar murah.
| Warga Berdesakan Serbu Pasar Murah di Bunguran Timur Laut Natuna, Sembako Ludes dalam Hitungan Menit |
|
|---|
| Kisah Lansia di Balik Kebakaran Indekos di Natuna, Uang Simpanan Untuk Lebaran Haji Ikut Hangus |
|
|---|
| Cegah Insiden Bocah Tenggelam Tak Terulang, Polisi Pasang Spanduk Peringatan di Pantai Piwang Natuna |
|
|---|
| Pasang Police Line, Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Rumah Kos di Natuna |
|
|---|
| Lahan di Sujung Natuna Terbakar Malam Hari, Petugas Damkar Berjibaku Jinakkan Api |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/PASARMURAH-DI-BUNGURANTIMUR-LAUT.jpg)