Kamis, 28 Mei 2026

Idul Adha 2026

Natuna Kembali Kirim Puluhan Sapi Kurban Keluar Daerah, Status Bebas PMK Jadi Andalan Peternak

Kabupaten Natuna, kembali menjadi salah satu daerah pemasok hewan kurban ke luar daerah di momen Hari Raya Kurba atau Iduladha 1447 Hijriah

Tayang:
TribunBatam.id/Istimewa
TERNAK DI NATUNA - Sejumlah sapi dari peternak lokal di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) saat dikirimkan menggunakan kapal laut ke luar daerah beberapa waktu lalu. Kabupaten Natuna, kembali menjadi salah satu daerah pemasok hewan kurban ke luar daerah di momen Hari Raya Kurban atau Iduladha 1447 Hijriah ini. 

TRIBUNBATAM.id, NATUNA - Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), kembali menjadi salah satu daerah pemasok hewan kurban ke luar daerah di momen Hari Raya Kurban atau Iduladha 1447 Hijriah.

Tahun ini, sedikitnya 57 ekor sapi asal Natuna diberangkatkan menuju sejumlah kabupaten/kota di Kepri, untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban.

Status Natuna yang masih dinyatakan bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tanpa vaksin, menjadi nilai lebih bagi peternak lokal untuk memasarkan ternaknya hingga ke luar daerah.

Tak hanya memenuhi kebutuhan lokal, sapi asal Natuna juga rutin dikirim ke sejumlah wilayah lain di Kepri setiap tahunnya.

Namun proses pengiriman ternak tersebut tidak dilakukan sembarangan.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna bersama instansi terkait, memperketat pengawasan dan pemeriksaan kesehatan hewan, sebelum sapi diberangkatkan keluar daerah.

Seluruh ternak yang dikirim dipastikan telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan bebas dari penyakit menular.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (Keswan) DKPP Natuna, Zulfikar mengatakan, pengiriman sapi keluar daerah tahun ini masih dilakukan oleh peternak lokal dari sejumlah kecamatan di Natuna.

“Untuk tahun ini peternak lokal kami Alhamdulillah masih ada yang kirim ternak keluar, dan ini wajar karena kita statusnya bebas PMK non vaksin,” ujarnya kepada TribunBatam.id, Senin (25/5/2026).

Ia menjelaskan, total sapi yang dikirim keluar daerah saat ini mencapai 57 ekor. Sapi-sapi tersebut berasal dari peternak lokal. 

“Total saat ini ada 57 ekor sapi yang dikirim keluar. Ini peternak lokal semua yang ada di Kecamatan Bunguran Timur dan juga Midai,” katanya.

Dari total tersebut, sebanyak 25 ekor sapi dikirim ke Kabupaten Bintan, 15 ekor ke Tanjungpinang, dan 17 ekor ke Kabupaten Kepulauan Anambas.

Menurut Zulfikar, setiap daerah tujuan memiliki ketentuan berbeda terkait proses pengiriman ternak.

“Kalau pengiriman selain Anambas itu harus melalui uji laboratorium PMK. Selain itu juga dilihat lagi aturan daerah tujuan karena biasanya setiap daerah permintaannya berbeda-beda,” ujarnya.

Ia menegaskan, pengawasan pengiriman ternak dilakukan secara ketat sebelum DKPP Natuna menerbitkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

Petugas terlebih dahulu melakukan pemeriksaan fisik sapi, pengambilan sampel darah hingga pengujian laboratorium.

“Dalam hal pengiriman hewan ini kami tentu melakukan pengawasan ketat sebelum menerbitkan SKKH. Sapi harus dicek, diambil sampelnya dan diuji laboratorium,” katanya.

Menurutnya, proses pengujian laboratorium membutuhkan waktu cukup lama karena sampel darah harus dikirim ke laboratorium di Tanjungpinang.

Karena itu, peternak diminta melapor jauh hari sebelum jadwal pengiriman.

“Peternak paling tidak selambat-lambatnya 10 hari sebelum pengiriman harus sudah melapor ke kami karena hasil uji laboratorium PMK prosesnya agak lama,” ucapnya.

Meski demikian, Zulfikar mengatakan para peternak lokal saat ini sudah cukup memahami prosedur pengiriman sehingga tidak banyak kendala di lapangan.

Di sisi lain, ia mengakui pasokan sapi kurban asal Natuna ke luar daerah dalam dua tahun terakhir mengalami penurunan.

Hal itu dipengaruhi dibukanya akses masuk sapi dari luar Kepri oleh Pemerintah Provinsi Kepri.

“Dulu Natuna ini pemasok besar hewan kurban di Kepri. Tapi sekarang daerah seperti Batam dan Karimun juga mengambil sapi dari Lampung dan Jambi,” katanya.

Selain persaingan pasokan, faktor harga sapi yang dinilai cukup tinggi juga memengaruhi menurunnya permintaan dari luar daerah.

Meski begitu, potensi peternakan sapi di Natuna masih cukup besar.

Berdasarkan data DKPP Natuna, populasi sapi di daerah tersebut saat ini mencapai 9.176 ekor.

Dari jumlah itu, sekitar 700 ekor di antaranya sudah masuk kategori siap potong dan cukup umur untuk hewan kurban.

Zulfikar berharap kondisi tersebut menjadi motivasi bagi peternak lokal untuk terus meningkatkan kualitas ternak sekaligus menjaga status bebas PMK di Natuna.

“Ini menjadi dorongan bagi peternak lokal untuk meningkatkan kualitas ternaknya, menjaga status PMK secara bersama dan mampu bersaing di pasaran,” katanya. (TribunBatam.id/Birri Fikrudin)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved