Breaking News
Senin, 4 Mei 2026

Suami Tewas Digorok Perampok, Istri Bersimbah Darah Teriak Minta Tolong

Suami istri korban perampokan di Palembang Sumatera Selatan, suami tewas digorok sementara istri terluka parah

Tayang:
Istimewa/Polrestabes Palembang
TKP PERAMPOKAN - TKP dugaan perampokan di Jalan Pengadilan RT 029 RW 006 Kelurahan 15 Ilir Kecamatan IT I, Palembang, Selasa (25/11/2025) malam. Dugaan perampokan terjadi usai istri makan bersama pembantu 

Setelah menerima telepon, Susanto langsung menuju ke rumah Yeni.

Dan saat sampai di TKP tersebut saksi Susanto langsung masuk ke dalam rumah korban.

Sementara, korban Yeni Suwandi saat itu langsung keluar dari dalam rumah dengan kondisi luka sayat di bagian leher

Oleh saksi Susanto, korban Yeni langsung dibawa ke Rumah Sakit RK. Charitas untuk dilakukan operasi.

Sementara suami Yeni Suwandi, Darma Kusuma (52) ditemukan tewas dalam kondisi leher digorok di garasi.

Ciri-ciri pelaku perampokan

Yeni Kawi, saksi dugaan perampokan di Jalan Pengadilan RT 029 RW 006 Kelurahan 15 Ilir Kecamatan IT I, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (25/11/2025), mengungkap ciri-ciri pelaku perampokan hingga menggorok pasangan suami istri, Darma Kusuma (52) dan Yeni Suwandi (40).

Yeni menyebut pelakunya satu orang dan mengenakan masker hitam saat beraksi.

Perawakan pelaku berbadan tinggi, tubuh gempal, memakai celana pendek dan memakai kaus.

"Saya panik Pak saat itu dan takut, jadi hanya mengingat itu. Pelaku tinggi," katanya kepada petugas gabungan.

Yeni saat itu datang bersama Susanto karena ditelepon usai kejadian, menduga pelaku berusia 30 tahunan.

Kasatreskrim Polrestabes Palembang, AKBP Andrie Setiawan, mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman terkait motif kejadian tersebut.

Untuk sementara, terduga pelaku teridentifikasi satu orang.

"Terduga pelaku sementara satu orang dan masih kita kejar. Kami masih melakukan penyelidikan dan memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi," tegasnya.

Ditambahkan Andrie, bahwa peristiwa ini diduga berkaitan dengan tindak pidana pencurian disertai kekerasan.

"Modusnya masih kita dalami. Bisa jadi terkait pencurian dan kekerasan, namun kita harus mendapatkan bukti-bukti pendukung terkait peristiwa tersebut," tutupnya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved