Senin, 27 April 2026

Kecelakaan Maut Pikap Adu Banteng dengan Truk di Kotim, 2 Sopir Tewas di TKP

Kasatlantas Polres Kotim, AKP Hariyanto menyampaikan, hingga saat ini penyidik masih melakukan serangkaian langkah penyelidikan di lokasi kejadian.

Editor: Khistian Tauqid
Istimewa/TribunKalteng.com
LAKA LANTAS - Kecelakaan lalu lintas beruntun terjadi di KM 48, Desa Patai, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Minggu (14/12/2025) pagi. 

TRIBUNBATAM.id - Kecelakaan maut melibatkan sebuah mobil pikap dan satu unit truk di KM 48, Desa Patai, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalteng, Minggu (14/12/2025) pagi. 

Akibat insiden tersebut dua pengemudi meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).

Camat Cempaga, Agus Tiawani, mengonfirmasi insiden yang merenggut dua nyawa itu.

Agus juga mengakui bahwa pengemudi mobil pikap meninggal di tempat kejadian perkara dalam kondisi terjepit.

“Betul, betul mas, meninggal. Kalau sopir pikap langsung meninggal di tempat karena kejepit dan sampai saat ini informasinya masih berada di TKP,” ujar Agus Tiawani.

Sedangkan pengemudi truk Hino sempat dilarikan ke Puskesmas Cempaga untuk mendapatkan penanganan medis. 

Sayangnya, nyawa sopir truk Hino berwarna hijau tersebut tidak tertolong.

“Untuk sopir truk sempat dibawa ke puskesmas di Cempaga, tetapi setibanya di sana dinyatakan meninggal dunia,” jelas Agus.

Warga sudah berkoordinasi dengan aparat terkait dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

“Kami sedang menghubungi Polsek Cempaga. Jadi kita serahkan penanganannya ke pihak yang berwajib,” katanya.

Baca juga: Jalan Sempit dan Gelap, Lokasi Kecelakaan Maut di Wacopek Tanjungpinang Dikenal Rawan

Dari informasi di lapangan, mobil pikap putih diketahui mengangkut bahan bakar minyak jenis solar. 

Dalam sejumlah video yang beredar, terlihat kedua kendaraan masih dalam kondisi saling terjepit dengan kerusakan parah di bagian depan.

Salah satu relawan Sampit, Chandra, mengatakan proses evakuasi korban melibatkan Basarnas Pos Sampit karena kondisi korban yang terjepit dan memerlukan penanganan khusus.

“Evakuasi dibantu Basarnas karena korban terjepit. Kami tidak tahu korban mengalami benturan apa saja, jadi penanganannya harus hati-hati agar tidak membahayakan,” kata Chandra.

Ia juga meminta warga untuk tidak melakukan evakuasi mandiri terhadap korban, khususnya pengemudi mobil pikap, karena kondisi terjepit membutuhkan peralatan serta prosedur khusus. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved