PRESIDEN VENEZUELA DITANGKAP AMERIKA
Rusia Minta Amerika Serikat Bebaskan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan Istrinya
Rusia Minta Amerika Serikat bebaskan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan Istrinya, karena penangkapan itu pelanggaran kedaulatan negara merdeka
Penulis: Mairi Nandarson | Editor: Mairi Nandarson
Ringkasan Berita:
- Rusia menyerukan pembebasan pemimpin Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya dari tahanan AS
- Rusia mengatakan penangkapan Maduro merupakan pelanggaran yang tidak dapat diterima terhadap kedaulatan negara merdeka
- Menhan Venezuela Vladimir Padrino López mengatakan serangan AS berdampak di daerah perkotaan, rudal dan roket ditembakkan dari helikopter tempur AS
TRIBUNBATAM.id, MOSCOW - Kementerian Luar Negeri Rusia pada hari Sabtu (3/1/2026) menyerukan pembebasan pemimpin Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya dari tahanan AS setelah Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa mereka ditangkap selama serangan militer di ibu kota Caracas.
“Kami dengan tegas menyerukan kepada kepemimpinan AS untuk mempertimbangkan kembali posisi ini."
"Membebaskan presiden terpilih yang sah dari negara berdaulat dan istrinya,” kata Kementerian Luar Negeri dalam sebuah pernyataan, menekankan perlunya menyelesaikan konflik dramatis ini melalui diplomasi seperti dikutip dari themoscowtimes.com.
Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan penangkapan Maduro akan merupakan pelanggaran yang tidak dapat diterima terhadap kedaulatan negara merdeka.
Dalam pesan terpisah, kementerian tersebut mengatakan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov berbicara melalui telepon dengan Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez Gomez, di mana ia menyatakan solidaritasnya dengan rakyat Venezuela dalam menghadapi agresi bersenjata.
“Rusia akan terus mendukung langkah yang diambil oleh kepemimpinan Bolivarian untuk membela kepentingan nasional dan kedaulatan negara,” kata Kementerian Luar Negeri.
Ruasia memperingatkan terhadap eskalasi lebih lanjut.
Kedutaan Besar Rusia di Caracas mengatakan pihaknya beroperasi seperti biasa dan tetap menjalin kontak terus-menerus dengan otoritas Venezuela dan warga negara Rusia di negara Amerika Selatan tersebut.
Kedutaan tidak melaporkan adanya warga negara Rusia yang terluka dalam serangan tersebut.
Baca juga: Bagaimana Cara Amerika Serikat Menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro?
Donald Trump Puji Aksi Militer AS di Venezuela
Donald Trump mengatakan militer Amerika melakukan serangan skala besar terhadap Venezuela pada Sabtu pagi, menambahkan bahwa Maduro dan istrinya ditangkap bekerja sama dengan penegak hukum AS dan sedang diterbangkan ke New York, di mana mereka menghadapi dakwaan pidana AS.
Dalam komentarnya kepada The New York Times tak lama setelah pengumuman tersebut, Donald Trump memuji apa yang disebutnya sebagai operasi yang brilian.
"Banyak perencanaan yang baik dan banyak pasukan dan orang-orang hebat," katanya. "Itu adalah operasi yang brilian, sebenarnya."
Menurut CNN, Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino López mengatakan serangan AS berdampak pada daerah perkotaan di seluruh Venezuela, dengan rudal dan roket ditembakkan dari helikopter tempur Amerika.
Ia mengatakan pihak berwenang Venezuela saat ini sedang mencoba menilai berapa banyak orang yang terluka dan tewas dalam serangan tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Presiden-Venezuela-Nicolas-Maduro-saat-digiring-tentara-Amerika-Serikat-Sabtu-dinihari.jpg)