Senin, 27 April 2026

Pengakuan Siswa yang Ditampar Guru Agus, Berujung Ribut dan Pengeroyokan

Siswa inisial MLF membeberkan kronologi lengkap pengeroyokan guru Agus Saputra di SMK Tanjung Jabung Timur, Jambi.

Tribunbatam.id/Istimewa via Tribun Jambi
DIKEROYOK - Video seorang guru SMKN 3 Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi terlibat cekcok dengan sejumlah siswa. Guru tersebut mengaku menampar siswa karena dilecehkan. Guru bernama Agus Saputra itu mengaku sudah 2 tahun dibully siswa-siswanya. 

TRIBUNBATAM.id - Siswa inisial MLF membeberkan kronologi lengkap pengeroyokan guru Agus Saputra di SMK Tanjung Jabung Timur, Jambi.

Situasi memanas karena dipicu guru menghina orangtua.

Menurut MLF, ketegangan bermula dari kesalahpahaman di ruang kelas saat jam pelajaran hampir usai. 

Situasi kelas yang bising membuat Lupi spontan berteriak meminta rekan-rekannya diam.

Namun hal itu justru memicu reaksi keras dari sang guru.

MLF mengaku terkejut saat guru tersebut tiba-tiba masuk ke kelas tanpa permisi kepada guru yang sedang mengajar dan langsung mencari siapa yang berteriak.

"Tiba-tiba beliau langsung masuk ke dalam kelas tanpa permisi ke guru yang ada di dalam, langsung tanya 'siapa yang bilang woi?'. Terus saya jawab 'saya Prince' kayak gitu, terus spontan saya ke depan langsung ditampar," ungkap MLF.

Menariknya, penggunaan panggilan "Prince" ternyata merupakan permintaan khusus dari sang guru sendiri. 

MLF menjelaskan bahwa guru tersebut kerap marah jika disapa dengan sebutan "Bapak" dan lebih memilih dipanggil dengan sebutan tersebut.

Hina orangtua siswa

Situasi semakin memanas ketika para siswa menuntut permintaan maaf sang guru karena dianggap telah menghina orang tua salah satu siswa. 

Meski sudah dimediasi oleh guru lain dan komite sekolah untuk berpidato di depan siswa, sang guru justru membahas hal lain yang memicu kekecewaan.

Puncak pengeroyokan terjadi saat sang guru dibawa ke kantor oleh Bapak Komite. 

MLF mengeklaim sang guru justru mengejek dan tersenyum sinis ke arah para siswa. 

Saat Lupi mendekat untuk meminta kejujuran, ia mengaku justru mendapat bogem mentah.

"Pas saya sampai depan muka dia, dia langsung meninju saya bagian hidung. Pas dia ninju itu, kebetulan kawan saya yang di dekat-dekat dia itu lihat semua. Spontan kawan saya langsung mengeroyok dia. Sebenarnya kalau enggak ada dia ninju duluan, enggak ada pengeroyokan itu," tegas MLF.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved