DANA TRANSFER KE DAERAH
DBH Bontang 2025 Turun Rp 58 miliar, Sumbang 52 Persen ke APBD
Realisasi Dana Bagi Hasil Bontang Provinsi Kalimantan Timur pada 2025 mencapai Rp 1.322,43 miliar, menurun Rp 58 miliar
TRIBUNBATAM.id - Realisasi Dana Bagi Hasil Bontang Provinsi Kalimantan Timur pada 2025 mencapai Rp 1.322,43 miliar, menurun Rp 58 miliar dari tahun 2024 yakni sebesar Rp 1.380,67 miliar.
Penurunan ini menandakan berkurangnya transfer fiskal dari pemerintah pusat ke daerah.
Data DJPK Kemenkeu menyatakan, kontributor terbesar DBH Bontang 2025 dari DBH SDA Minerba - Royalti yakni mencapai Rp 1.097,62 miliar.
Dana Bagi Hasil (DBH) merupakan dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase tertentu untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi.
Tujuan DBH adalah untuk memperbaiki keseimbangan vertikal antara pusat dan daerah dengan memperhatikan potensi daerah penghasil.
Apa saja DBH Bontang?
Untuk Bontang, DBH terdiri atas berbagai komponen
- Dana Bagi Hasil Perkebunan Sawit
- DBH Cukai Hasil Tembakau
- DBH PBB Bagian Daerah untuk Kabupaten/Kota
- DBH PPh Pasal 21
- DBH PPh Pasal 25/29 OP
- DBH SDA Gas Bumi 30 persen
- DBH SDA Kehutanan - PSDH
- DBH SDA Minerba - Royalti
- DBH SDA Minyak Bumi 15 persen
- DBH SDA Perikanan
Bagaimana pengaruhnya terhadap APBD?
Dampak dana bagi hasil terhadap pendapatan APBD Bontang 2025 masih kecil. Realisasi pendapatan APBD Bontang 2025 mencapai Rp 2.566,94 miliar.
Dengan demikian dana bagi hasil hanya menyumbang sekitar 52 persen terhadap pendapatan APBD.
APBD Bontang 2025 terbesar disumbang oleh pendapatan asli daerah (PAD) yakni Rp 355,12 miliar.
Angka ini jauh lebih besar ketimbang Dana Alokasi Umum yakni Rp 267,71 miliar atau 10 persen dari total pendapatan.
Inilah Rincian Realisasi DBH Bontang 2025
| Dana Bagi Hasil | Pagu | Realisasi | Persen |
|---|---|---|---|
| Dana Bagi Hasil Perkebunan Sawit | 2,71 M | 2,71 M | 100.00 |
| DBH Cukai Hasil Tembakau | 0,00 M | 0,00 M | 0.00 |
| DBH PBB Bagian Daerah untuk Kabupaten/Kota | 140,21 M | 82,05 M | 58.52 |
| DBH PPh Pasal 21 | 100,62 M | 54,61 M | 54.27 |
| DBH PPh Pasal 25/29 OP | 1,02 M | 0,51 M | 50.26 |
| DBH SDA Gas Bumi 30 persen | 54,85 M | 54,85 M | 100.00 |
| DBH SDA Kehutanan - PSDH | 2,26 M | 2,26 M | 100.00 |
| DBH SDA Minerba - Royalti | 1.097,62 M | 1.097,62 M | 100.00 |
| DBH SDA Minyak Bumi 15 % | 26,83 M | 26,83 M | 100.00 |
| DBH SDA Perikanan | 0,98 M | 0,98 M | 100.00 |
| Total | 1.427,11 M | 1.322,43 M | 92.66 |
| Dana Transfer Pemerintah ke Kepulauan Riau 2026 Anjlok Rp 1,6 Triliun, Batam Terima Terbesar |
|
|---|
| Jawa Tengah Kehilangan Dana Transfer ke Daerah 2026 Rp 869 Miliar, DAK Fisik Dicabut |
|
|---|
| Jawa Barat Kehilangan Rp 2,2 Triliun dari Dana Transfer Daerah 2026, DBH Dipangkas Rp 1,3 Triliun |
|
|---|
| Bengkulu Digelontor Dana Transfer 2026 Rp 1,4 Triliun, Turun Rp 400 Miliar |
|
|---|
| Dana Transfer ke Daerah Sumatera Selatan 2026 Turun Rp 2,2 Triliun, DBH Dipangkas Rp 1,7 Triliun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/TKD-Kabupaten-Solok-Selatan.jpg)