Senin, 27 April 2026

9 Orang Tewas saat Tabrakan Kereta vs Avanza, Lokasi Tanpa Palang Perlintasan

Sembilan orang meninggal dunia saat kecelakaan maut antara kereta api dengan Toyota Avanza di Tebingtinggi, Sumatera Utara

Tribun Medan/ist
LAKALANTAS KERETA API - Penampakan Perlintasan KA Tanpa Palang di Sektor V Payapinang, Tebingtinggi. Kereta Api Sribilah Utama yang datang dari arah Stasiun Rantauprapat menghantam sebuah minibus Avanza, Rabu (21/1/2026). 

TRIBUNBATAM.id - Sembilan orang meninggal dunia saat kecelakaan maut antara kereta api dengan Toyota Avanza di  Sektor V Jalan Abdul Hamid, Lingkungan VII, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara.

Peristiwa tragis itu berlangsung, Rabu (21/1/2026) pukul 19.58 WIB.

Menurut warga setempat, Lokasi Sektor V Jalan Abdul Hamid, Lingkungan VII, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi, memang sangat membutuhkan palang pintu perlintasan kereta api.

Sebab, jalan umum yang ada di titik tersebut menikung dan memiliki jarak pandang yang terbatas karena terhalang tanaman umbi-umbian.

"Ini jalannya menikung dan setelah masuk tikungan ketemu rel perlintasan kereta api. Saat tanaman ubi di kiri kanannya tinggi, itu sopir biasanya nggak sadar kalau ada kereta api akan melintas," kata Eri, warga setempat. 

Selain itu, kata Eri, lokasi perlintasan yang sepi permukiman membuat banyak warga tidak mengingatkan kendaraan yang melintas untuk lebih berhati-hati. 

Terlebih saat malam hari, lokasi perlintasan tergolong gelap. 

"Apalagi ini kan karena sepi, kemudian jarak Stasiun Tebingtinggi masih 2,5 km lagi, rata-rata kereta api yang lewat lajunya masih tinggi. Makanya setiap kecelakaan, korban jiwanya pasti ada saja," ujar warga.

Kronologi kereta tabrak avanza

Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 19.58 WIB, Kereta Api Sribilah Utama yang datang dari arah Stasiun Rantauprapat menghantam sebuah minibus Avanza.

Hingga berita ini diturunkan ada delapan penumpang dikabarkan meninggal dunia merupakan asal Delitua. 

Namun, setelah polisi melakukan penanganan, korban yang tewas sembilan orang hingga Kamis (22/1/2026). Korban dibawa ke RS Bhayangkara Tebingtinggi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat di sekitar lokasi, sebelum melintas masinis KA Sribilah Utama sudah membunyikan suling lokomotif berulang kali.

Minibus tiba-tiba muncul dari arah samping melintas di lokasi perlintasan sebidang tanpa palang pintu tanpa sempat berhenti, diduga sopir tidak sempat menengok ke kanan dan kiri, sehingga insiden tidak terhindarkan. 

“Dampak atas kejadian tersebut membuat lokomotif dari KA Sribilah Utama mengalami kerusakan dan tidak bisa melanjutkan perjalanan sehingga harus dikirim lokomotif penolong dari Stasiun Tebingtinggi," kata Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo.

"Kondisi masinis, para kru yang bertugas termasuk para penumpang KA Sribilah Utama selamat dan tidak mengalami luka-luka,” ungkap Anwar.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved