Minggu, 26 April 2026

LONGSOR CISARUA

Longsor Cisarua, 80 Warga Hilang Tertimbun Lumpur 5 Meter

Sebanyak 80 orang masih hilang saat longsor di Cisarua, Jawa Barat. Tertimbun tanah longsor tebal 5 meter

Tribunnews.com/Tribun Jabar/Adi Ramadhan Pratama
LONGSOR BESAR - Longsoran tanah di Kampung Pasir Kuning hingga Kampung Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1/2026). Tribun Jabar / Adi Ramadhan Pratama. 

TRIBUNBATAM.id -Sebanyak 80 orang masih hilang saat longsor di Cisarua, Jawa Barat. Tim SAR menghadapi tantangan evakuasi karena lokasi tertimbun tanah ketebalan 5 meter.

Proses pencarian korban longsor dahsyat yang melanda Kampung Pasir Kuda dan Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) memasuki hari kedua, Minggu (25/1/2026). 

Material longsoran di Desa Pasirlangu didominasi tanah lunak bercampur air akibat hujan deras yang terus mengguyur wilayah Cisarua.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana mengatakan, ketebalan material yang menimbun rumah warga mencapai 5 meter. 

Saat ini Tim SAR masih mengandalkan alat konstruksi dan metode manual. 

"Alat berat sudah disiapkan, namun mobilisasi ke titik nol masih terkendala akses jalan yang sempit dan kondisi tanah yang labil," jelas Ade.

Pencarian hari ini akan dibagi ke dalam beberapa sektor di sepanjang jalur longsoran selebar 100 meter.

Fokus utama tim adalah titik-titik koordinat di mana warga dilaporkan terakhir kali terlihat sebelum tanah bergerak pada Sabtu dini hari pukul 03.00 WIB lalu.

Kondisi cuaca menjadi faktor penentu.

Jika hujan deras kembali turun, operasi pencarian akan dihentikan sementara demi keselamatan personel, mengingat potensi longsor susulan dari lereng Gunung Burangrang masih sangat tinggi.

Tim SAR Gabungan mengerahkan personel penuh untuk mencari sekitar 80 warga yang dilaporkan masih hilang.

"Kami membagi tim untuk menyisir dua kampung terdampak. Area longsoran sangat luas, diperkirakan mencapai tiga kilometer dari mahkota longsor hingga titik akhir," ujar Ade Dian.

Kisah Perjuangan Danu

Suara teriakan minta tolong dan gemuruh longsoran tanah masih terngiang di telinga Tanu (48), korban longsor di Kampung Babakan RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. 

Tanu masih ingat betul bagaimana longsoran tanah meratakan kampungnya, pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026. 

“Hujan kan tidak berhenti selama tiga hari, pas tengah malam itu seperti ada getaran. Awalnya lambat, tapi terus-terusan,” kenang Tanu, saat berbincang dengan Tribun Jabar, di posko pengungsian, Kantor Desa Pasirlangu, Sabtu (24/1/2026).

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved